Assalamu 'Alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,Welcome to My Blog and Enjoy this Blog (✿◠‿◠)"menjadilah indah, maka semuanya akan terlihat indah"

Senin, 10 Maret 2014

Berteman - Bersahabat




Awalnya aku hanya menganggap ini hal yang biasa terjadi setelah kesenjangan ukhuwah. Bermula dari awal, membuat pondasi dari keimanan, menyusun dengan kepercayaan, membangun dengan keikhlasan dan menyempurnakannya dengan senyuman. Tapi hal itu, tidaklah berarti apabila tak disertai dengan kebersamaan dari hati yang tulus.

Mereka bilang kita ini sahabat.
Kamu bilang kita ini sahabat.
Aku bilang kita ini sahabat.
Tapi, kita sahabat hanyalah sekedar kata. 

Dari sekian waktu yang memisahkan kita , aku ingin kembali menjamah kisah yang pernah kita rajut menjadi kenangan indah, seindah kata “arti sahabat yang sangat dan paling berarti” yang kemudian menciptakan kebersamaan yang baru.

Tapi, kemungkinan tidak dengan dirimu. Aku menilai itu dari tanda seru didahimu agar aku tak perlu tahu tentang dirimu. Yang selalu kamu katakan “Cukup Aku dan Allah Yang Tahu” bahkan apabila aku menanyakan tentang keadaanmu dari status-status yang kau buat, kamu menjawabnya “tidak ada apa-apa”. Dirimu yang tak lagi terbuka denganku seolah-olah kita tak saling mengenal yang dulunya kita selalu berbagi cerita mengharu biru, bahagia dan sedih, secuil apapun itu. Tapi, karena ketakutan dan kekhawatiranmu yang menganggapku seperti yang kamu fikirkan membuat kita berbeda ruang berbagi cerita. Mungkin aku berada dalam deretan terpanjang di agenda penulisan diarimu. Terkadang secara tidak sengaja pun kita bertemu atas do’a-do’a rindu yang mengudara tersampaikan lewat waktu yang begitu singkat dan itu semua adalah takdir Allah. 

Aku tahu hal ini tak mudah bagimu untuk menciptakan dan menjadikannya kisah baru diantara kita. Namun, inilah bagian dari kisah baru kita. Meskipun tak seperti pengharapan, karena menjaga hati satu sama lain dan memilih banyak diam dibanding berbagi satu sama lain. Dirimu lebih nyaman berada didunia maya dengan orang-orang baru yang kamu kenal dan bahkan kamu mengatakan mereka lebih menyenangkan dibanding mereka yang nyata. Tidakkah kamu tahu, aku khawatir dengan dirimu yang begitu banyak cerita hidupmu yang kau pendam sendiri dengan sisa-sisa kekuatan yang sedang kau perjuangkan. Aku ingin memberimu senyuman, bahagia disaat suka dan dukamu dengan sebisaku mungkin. Tapi, aku mundur dan menyerah sebelum ku mendekati dan membantu menyembuhkan hatimu yang berduka dari masa yang telah berlalu cukup lama dimana aku berada dibagian cerita itu. Masih ingatkah, aku pernah mengatakan dan menawarkanmu agar kita saling terbuka seperti dulu. Tapi, sepertinya kamu tak mengharapkan kehadiranku. Apatah lagi dengan facebook barumu yang kau buat tahun lalu dan meng-SMS orang-orang yang menjadi langgananmu. Tanpaku, itu semua karena ketakutan dan kekhawatiranmu terhadapku yang menjudge “imitasi”. 

Jika kita adalah sahabat. Lalu, dimanakah seharusnya kata sahabat diletakkan ?. Bagaimana seharusnya kata sahabat diartikan ?. Namun, apapun alasan yang kau miliki. Aku hanya berusaha merekatkan dan mengandeng tanganmu kembali. Seindah kita dimasa lalu. 

NB : Jika kamu mendapati dan membaca sebagian kecil dari catatanku. Semoga dirimu selalu berada dalam penjagaan-Nya. Jagalah kesehatanmu baik-baik terutama kesehatan jantungmu. Meskipun, aku tak pernah tahu hal ini darimu lebih lanjut. Jangan banyak begadang dengan pesanan bisnismu itu. Semoga sukses dunia akhirat dengan menjadi indah dimata-Nya.