Assalamu 'Alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,Welcome to My Blog and Enjoy this Blog (✿◠‿◠)"menjadilah indah, maka semuanya akan terlihat indah"
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juli 2013

Rindu Hijaumu, Hijau Kita

Untukmu saudariku : Aminah Namina Minami

Tiba-tiba rinduku kembali menyapa
Pada kata yang tak dapat terjelaskan
Tentang kita yang telah lama jauh dari keberadaan
Tentang kita yang telah lama jauh dari kedekatan
 Tentang kita yang telah lama jauh dari kebersamaan
Tangan-tangan keegoisan dan kemaafan enggan berjabat
Memilih diam dan sendiri
Membiarkan luka kian memeluk diri
Membiarkan waktu terus berlari
Untuk menggapai ketenangan dan kedamaian
Tanpa aku ataupun kau

Bersama hijau
Kita melangkah sendiri
Memudarkan dan menjadikannya gersang
Walau pada kenyataan, perih
Karena rindu yang tak dapat terhindarkan oleh perasaan
Sementara kita tetap saja diam
Menunggu hujan menetesi dan kembali basah
Agar luruh kejelekan-kejelekan dan berganti saling pengertian
Kedekatan kembali subur
Nyatanya, kita tetap saja diam
Malukah ? Sementara rindu semakin mencekam nurani dan tak tertahankan
Tak perlu, aku hanya ingin menjabatmu, memelukmu erat dan melepaskan rinduku
Rinduku yang ku sebut kaulah hijauku

Minggu, 16 Juni 2013

Tiada Yang Beda


Kemarin dan hari ini tiada yang beda
Bagiku tetaplah sama
Bukan pada aku, tapi pada mereka
Pada mereka yang berjiwa iblis bersampulkan senyum manis mencari kesenangan
Pada mereka yang menuntut kesempurnaan berlabelkan cantik, tampan dan kaya
Pada mereka yang berkomitmen dan berjanji yang pada kenyataannya omong kosong
Pada mereka yang merekatkan tangan kemudian melepasnya
Pada mereka yang mengajak berlayar yang pada akhirnya menenggelamkan
Pada mereka yang datang dan berlalu pergi
Pada mereka yang tiada beda dengan yang lain, mereka semua sama

Yah, bagiku tetaplah sama
Bukan pada mereka, tapi pada aku
Pada aku yang berdiri sendiri dibawah langit kelam, cerah bersama senja yang makin temaram
Pada aku yang tersudutkan oleh dunia luar dan memilih berada di ruang yang berpetakkan 4x3 m
Pada aku yang ditenggelamkan oleh yang menenggelamkan
Pada aku yang bahagia dan membahagiakan diri sendiri
Pada aku yang berharap penuh keyakinan dalam setiap do'anya
Pada aku yang berteman dengan sepi dan hanya Allah sebaik-baik sahabat

Tiada yang beda, tetaplah sama
Setidaknya sampai saat ini

Sabtu, 26 Januari 2013

Keluh

inginku bermain-main dengan kata-kata...
Tapi lidahku terlalu keluh untuk mengartikan sebuah perasaan.
Hatiku terlalu gersang dan tandus di atas kemilau cinta.
Hingga ku memilih diam dalam hening malamku dan beristirahat bersama ilusiku

Kamis, 24 Januari 2013

Sendiri Itu Indah


aku bersandar pada dinding kerapuhan
yang masih berbias sepi
dalam alunan melodi kesendirian
yang dengan syahdunya temani diri
bersembunyi dalam diam
dari banyaknya rintihan batin membuncah
kerana terasing bersahut malam
yang terlukis dengan tangis bersimpul darah
cukuplah kesakitan berteman
dari hilangnya seorang teman
cukuplah kesendirian menemani
dari kebahagiaan yang telah jauh kini
yang tak mungkin ku meminta lagi
untuk kembali
biarlah aku sendiri menyepi
menikmati indahnya sendiri
dan dengan keteguhan diri
menemui kebahagiaan hakiki
bersama orang-orang dicintai dan mencintai
bersama sahabat, keluarga dan kekasih sejati
dalam dekapan Ilahi
dan cukup Allah bagiku



Senin, 07 Januari 2013

Aku Wanita Mujahidah Sejati

Aku Wanita Mujahidah Sejati...
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad
 
Bilakah kan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad

Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah


Tak mungkin ku pilih dirimu..bila dunia lebih kau damba..

Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam

Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia

Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku

Bulat tekadku untuk menemanimu


Aku Wanita Mujahidah pilihan

Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad

Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an

Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad

Andai tak siap bisa kau pilih

Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,

terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku

terlebih keluh kesahku

Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu

dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu


Tak mungkin aku memilihmu

bila yang fana lebih kau cinta

Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota

lezatnya makanan dan lajunya makar durjana

Meniti jalan panjang di medan jihad

Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah

serta debu yang beterbangan,

keringat luka dan kesyahidan pun terulang

Jika masih ada ragu tertancap dihatimu

Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu


Aku wanita dari bumi Jihad

Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad

Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan

tepiskan semua mimpi yang tak berarti

Adakah yang siap mendamaikan Hati ?

Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri

tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan

Yang melepasku dengan selaksa do'a

meraih syahid.. tujuan utama

Robbi.. terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridho-Mu

Kuharapkan penolong dari hamba-Mu...menemani perjalanan ini

Sumber : I'm forget :)

Selasa, 11 Desember 2012

Cinta Dalam Diam

   Aku tak tahu siapa dirimu
Aku tak tahu dari mana datangmu
Dan aku tak tahu di mana atau dengan siapa kau ada disini
Hingga nurani
Ingin jujur pada diri
Ingin mendengarkan suara hati
Agar ku tak lemah
Agar ku tak menyerah
Agar ku tak goyah
Dalam tapak-tapak rindu yang kupandang lekat dari ufuk cinta yang silau membukit
Ingin ku katakan
Namun, tak dapat ku bahasakan
Dalam getar cinta yang terlukis indah

"Dalam Penantian"
-MujahidaH-