Untukmu saudariku : Aminah Namina Minami
Tiba-tiba rinduku kembali menyapa
Pada kata yang tak dapat terjelaskan
Tentang kita yang telah lama jauh dari keberadaan
Tentang kita yang telah lama jauh dari kedekatan
Tentang kita yang telah lama jauh dari kebersamaan
Tentang kita yang telah lama jauh dari kedekatan
Tentang kita yang telah lama jauh dari kebersamaan
Tangan-tangan keegoisan dan kemaafan enggan berjabat
Memilih diam dan sendiri
Membiarkan luka kian memeluk diri
Membiarkan waktu terus berlari
Untuk menggapai ketenangan dan kedamaian
Tanpa aku ataupun kau
Bersama hijau
Kita melangkah sendiri
Memudarkan dan menjadikannya gersang
Walau pada kenyataan, perih
Karena rindu yang tak dapat terhindarkan oleh perasaan
Sementara kita tetap saja diam
Menunggu hujan menetesi dan kembali basah
Agar luruh kejelekan-kejelekan dan berganti saling pengertian
Kedekatan kembali subur
Nyatanya, kita tetap saja diam
Malukah ? Sementara rindu semakin mencekam nurani dan tak tertahankan
Tak perlu, aku hanya ingin menjabatmu, memelukmu erat dan melepaskan rinduku
Rinduku yang ku sebut kaulah hijauku
Sementara kita tetap saja diam
Menunggu hujan menetesi dan kembali basah
Agar luruh kejelekan-kejelekan dan berganti saling pengertian
Kedekatan kembali subur
Nyatanya, kita tetap saja diam
Malukah ? Sementara rindu semakin mencekam nurani dan tak tertahankan
Tak perlu, aku hanya ingin menjabatmu, memelukmu erat dan melepaskan rinduku
Rinduku yang ku sebut kaulah hijauku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar