Assalamu 'Alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,Welcome to My Blog and Enjoy this Blog (✿◠‿◠)"menjadilah indah, maka semuanya akan terlihat indah"

Kamis, 20 Juni 2013

Dunia Wanita Itu


Dia adalah wanita yang berkepribadian melankolis cenderung plegmatis. Cinta hijau yang berarti dia mencintai kedamaian, keteduhan, dan ketentraman. Baginya kedamaian adalah segalanya. Jika timbul masalah ia akan berusaha mencari solusi dari hasil perenungannya tanpa ingin timbul konflik yang lebih besar. Dia begitu pendiam, terlalu pemalu, dan tidak mau menonjolkan diri. Tak mau banyak bicara. Sebab, dia takut tak bisa menjaga perkataannya yang akan menyakiti hati yang dijaganya. Dia selalu serba salah, sering menyembunyikan emosi, dan sulit mengungkapkan perasaan. Namun, mempunyai keinginan kehidupan yang perfeksionis dan berusaha menjadi pribadi yang baik.

Dalam dunianya, kehidupannya tak seindah yang dibayangkannya, begitu rumit dan sulit dipahami. Setiap kali dia melangkah ke dunia luar, dia seolah tak terlihat oleh mata lain, maka dirinya lebih memilih menyendiri atau bahkan berdua dengan Sang Khalik ketika dirinya benar-benar tak sanggup menghadapi persoalan hidupnya. Kebahagiaan, kedamaian, keteduhan dan ketentraman yang dicintainya seolah-olah tak pernah dirasakannya. Terlalu banyak konflik yang dia temui sehingga membuat dirinya kalut mencari solusi dan pengharapannya hanyalah pada Allah sebaik-baik penolong dan menyendiri terasa lebih nyaman baginya. Namun, dia selalu bersyukur dengan kebahagiaan apapun yang dimilikinya dan ditemukannya sekalipun ada saja orang-orang yang ingin melenyapkan dan memusnahkannya. Keyakinannya begitu kuat bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya, diapun menjadi sabar, tenang, tegar dan kuat. Meskipun air mata menjadi pilihan terakhirnya. Saat dirinya ditinggalkan, diabaikan dan dikhianati oleh orang paling dekat denganya, maka disitulah rasa rendah dirinya dimulai dan dia bisa melewati orang-orang itu saat bertemu dengannya. Bagi wanita itu, luka itu seperti terjatuh ke dalam air yang paling dalam. Semua orang tak tahu seberapa dalamnya luka itu. Sebab, terlalu banyak orang yang melupakan dan meremehkan luka orang lain. Sabar, ikhlas dan memaafkan.

Dalam pengaduannya, dia selalu berharap mencicipi kebahagiaan yang diimpikannya yaitu berada diantara orang-orang yang dicintainya dan disayanginya menjadi akur tanpa ada rasa keegoisan, ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menyakiti hati satu sama lain. Berbeda dengan dunia percintaanya, dia juga memiliki pengharapan pada kebahagiaan yang dinantinya dibatas waktu. Dia menanti seseorang yang mencintainya yang dapat menghantarkannya pada cinta-Nya, menerima apa adanya yang bukan melihat kekurangannya melainkan kelebihannya. Namun, saat dirinya berbaur dengan begitu banyak hati dan menjumpai tipe orang yang melihat pada sisi kekurangannya, dia merasa tidak nyaman, dia menjadi orang yang tak mudah percaya, mati rasa dan mengganggap semuanya sama. Dia mempercayai takdir. Meskipun, betapa tertutup dan rapuhnya cinta tak berbalasnya yang tak mampu menemukan jalan keluar pada sosok yang pantas diinginkan. Dia tahu, dirinya yang lebih dulu memulainya meskipun sekuat apapun pondasi keimanan menjaga hatinya agar tak jatuh cinta yang pada akhirnya jatuh juga. Namun, dia berusaha bangun cinta dengan masih memiliki kesempatan untuk menebar benih dan berbunga, maka adalah benar-benar takdir bila cinta itu berhasil dipanennya. Setidaknya sampai saat ini... Sebab, dia takut jika apa yang dirasanya hanya sekedar melintas di hatinya dan ternyata bukan pilihan Allah untuknya.
Bagi wanita itu, cinta adalah rahasia yang tidak perlu diungkap kepada orang lain atau bahkan tidak pada dirinya sendiri. Itulah cinta dalam diam dan lebih terjaga. Diam adalah caranya mencintai.

Dengan dunianya yang sekarang, dia semakin terbiasa menjalani kehidupannya dan mencari kebahagiaan yang tak ditemukannya dan hal itu membuatnya dewasa. Dia selalu berusaha menjadi pribadi yang baik yang memimpikan tempat hijau dalam setiap perjalanannya mencintai-Nya. Dunia wanita itu, dia akan membuatnya menjadi indah...

Mujahidah

Tidak ada komentar: