aku
bersandar pada dinding kerapuhan
yang masih berbias sepi
dalam alunan melodi kesendirian
yang dengan syahdunya temani diri
bersembunyi dalam diam
dari banyaknya rintihan batin membuncah
kerana terasing bersahut malam
yang terlukis dengan tangis bersimpul darah
cukuplah kesakitan berteman
dari hilangnya seorang teman
cukuplah kesendirian menemani
dari kebahagiaan yang telah jauh kini
yang tak mungkin ku meminta lagi
untuk kembali
biarlah aku sendiri menyepi
menikmati indahnya sendiri
dan dengan keteguhan diri
menemui kebahagiaan hakiki
bersama orang-orang dicintai dan mencintai
bersama sahabat, keluarga dan kekasih sejati
dalam dekapan Ilahi
dan cukup Allah bagiku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar