Assalamu 'Alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,Welcome to My Blog and Enjoy this Blog (✿◠‿◠)"menjadilah indah, maka semuanya akan terlihat indah"

Senin, 19 Januari 2015

(Lagi) Padamu Januari

 
 
Januari, aku datang padamu (lagi), sepertinya aku sedang tidak baik-baik saja (lagi). Beberapa hari yang lalu, aku telah menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan padaku. Iya, kesempatan itu tepat didepan mataku. Aku tak berpikir panjang. Aku hanya memikirkan resiko yang ditimpakan padaku nanti hingga aku memutuskan hal yang salah. Aku teringat Firma-Nya, boleh jadi, apa yang tidak kusukai padahal baik bagiku dan apa yang kusukai padahal buruk bagiku. Yah, itulah kesempatan yang datang padaku. Kali ini, aku tak akan menyia-nyiakannya (lagi). Tapi, aku takut jika kesempatan itu membuatku jauh dari-Nya. Itu lebih menyedihkan dan menyakitkan.

Januari, bantu aku bersabar (lagi) menunggu kesempatan itu datang (lagi) dan dapat meraihnya dengan senyum dan tangis kebahagiaan yang akan kutunjukkan padamu. Tolonglah !!! Besok adalah kesempatan itu... do'akanku agar kesempatan itu datang padaku yang membuatku semakin dekat pada-Nya.

Senin, 12 Januari 2015

Hello, Januari


Januari, kita bertemu lagi. Aku tidak tahu bahkan lupa bahwa sudah berapa hari aku melaluimu. Aku takut jika aku mengingat dan mulai menghitung tanggalmu, bagaimana mungkin aku bisa baik-baik saja ?

Januari, kau tahu bahwa aku sudah lama melalui masa sulit itu. Aku bahkan melaluimu lagi tanpa hasil yang kujanjikan dan ku tunjukkan padamu yang lagi aku tersungkur malu karenamu. Bagaimana mungkin aku bisa baik-baik saja ?.

Januari, banyak kataku yang ingin kusampaikan padamu tapi apa mungkin kau akan bisa memahaminya setelah kutumpah ruahkan segalanya padamu ?. Bisakah kau mengerti bahasa hati dan pikiranku yang bahkan aku juga tak mengerti apa itu. Terlalu sesak dan membuat kalut. Bagaimana mungkin aku bisa baik-baik saja ?

Januari, aku sudah mencoba dengan sekuat tenaga. Aku mencoba semua yang aku bisa tapi, hingga sekarang. Semuanya sama saja. Nihil. Bagaimana mungkin aku bisa baik-baik saja ?.

Januari, seberapapun keinginanku untuk mengutukmu tapi aku bingung dan tak tahu kata-kata apa yang pantas untukmu agar kau tak mengembalikanku dan mengulangi masa sulit itu. Serasa ingin menghentikan waktu.

Januari, apa aku terlihat sangat menyedihkan ? Iya, Ku pikir begitu, aku melihatnya dari orang-orang yang tersenyum padaku. Aku khawatir terhadap orang-orang disekitarku yang menaruh harapan besar padaku kemudian menanyakan, menyudutkan dan menggugat lagi hal sama yang tak bisa kujawab dan kukatakan kebenarannya. Itu sangat menyedihkan.

Januari, aku terlambat mengetahui dunia apa yang akan aku hadapi nantinya dan sekarang rasa sakit telah memberikan jawabannya. Aku tetap menganggap ruang ini adalah ruang hijau tapi nyatanya yang terlihat hanyalah abu-abu, bukan ruang hijau yang seperti kuharapkan.

Januari, apakah kau tahu khayalan lebih baik daripada kenyataan ?. Iya, aku berkali-kali melaluinya. Kita berpikir betapa senangnya, jika akhirnya bisa bertemu seseorang tapi saat kau benar-benar bertemu dengan orang itu, mereka tidak seperti apa yang kau harapkan. Semakin kau mengenalinya, akan semakin sulit dan menyakitkan. Seperti itulah gambaran masa depan.

Januari, aku butuh seseorang yang meyakinkanku dan memperlihatkanku masa depan yang indah seperti dikhayalku bahwa nyata memang indah. Aku butuh kekuatan yang dapat mengembalikan kekuatanku bahwa aku baik-baik saja. Tapi kupikir itu tidak mungkin, karena orang-orang itu telah pergi sebelum aku meminta  untuk tetap didekatku.

Januari, aku sedang memberanikan diri mengumpulkan cakraku sendiri untuk baik-baik saja tapi nyatanya ketika aku melihat keluar rasa-rasanya aku hanya ingin menjadi gadis yang berada dibalik pintu seperti dalam drama korea Flower Boy Next Door. Iya, sepertinya drama korea selalu memberikanku nasehat dibalik ceritanya dibanding orang-orang yang berada disekitarku dengan melihat iba. Tapi, aku tak ingin seperti gadis itu yang bertahun-tahun melihat keindahan dunia lewat televisi saja. Aku ingin segera melihat, meraih dan merasakannya dengan usahaku sendiri.

Januari, Sebelumnya, maafkan aku yang mengabaikanmu diawal tahun. Jika kita bertemu lagi. Mungkinkah aku sudah baik-baik saja ? Apakah mungkin aku bisa memenuhi janjiku dan menunjukkan padamu dengan senyum keberhasilan ?