Assalamu 'Alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,Welcome to My Blog and Enjoy this Blog (✿◠‿◠)"menjadilah indah, maka semuanya akan terlihat indah"

Senin, 08 Juni 2015

Berasal Dari Orang Yang Sama

Beberapa pekan yang lalu, aku dikejutkan sebuah kabar dari teman dekat, teman jalan yang tak lain adalah sahabatku sendiri. Sebuah kabar yang membuat hatiku terperanjat kaget, goyah dan dan kakiku tak mampu berdiri ditempatku berpijak. Saat itu, seusai sholat isya dia hendak menahanku untuk pulang. Dia mengajakku duduk di pelataran Masjid dengan menikmati malam dan memandangi terangnya bulan sya'ban. Semua santri telah pulang dan hanya kami berdua. Ada sesuatu hal yang ingin dia katakan padaku dan sudah lama dia ingin mengatakannya. Ku pikir dia akan mengatakan hal yang sama tentang apa yang menjadi keluhannya selama ini. Tapi tidak...ini sebuah kabar yang mengekstrak hati. Sebuah kabar yang sangat tak disangka olehku hingga menjadi buah pembicaraan panjang dimalam itu dan pulang membawa getar sepotong hati. Yah, sebuah kabar gembira tapi membuat kami saling tidak mengenakkan hati.
Just why, berasal dari orang yang sama ?
Iya, kami sama-sama mempertanyakannya hal itu yang bisa jadi menjadi faktor kesenjangan ukhuwah kami.
Mengapa berasal dari orang yang sama ? Kujawab, inilah bagian dari pertemuan takdir kita dan inilah jawaban atas do'amu dan do'a orang itu. Dia memilihmu.
Just why ?
Berasal dari orang sama...
Orang yang sebelumnya dan tanpa sengaja menjadi tumpanganku sewaktu penelitian di Puskesmas dua tahun yang lalu.
Orang yang sebelumnya bertanya-tanya tentangku.
Orang yang ingin mengajukan lamaran untukku.
Yah, sebuah pengajuan-lamaran.
Saat pengajuan itu, aku hanya diberi sedikit waktu untuk menyetujuinya atau tidak dan yang kutahu dua pekan kedepannya adalah moment sakral yang telah ditentukan dari pihak keluarga orang itu agar bisa menyamakan waktu dengan adik perempuannya yang juga akan menunaikan setengah diennya. Dan dua pekan itu adalah waktu yang singkat bagiku untuk ingin berta'aruf dengannya dan bisa benar-benar menyiapkan diri. Tapi dikarenakan waktu yang sangat mepet, pengajuan itu tertolak secara sepihak oleh tanteku tanpa menanyakan keputusanku yang sebenarnya. Dengan penolakan secara sepihak itu, orang itu pun tak jadi menikah karena orang itu tak menemukan calon dengan waktu yang semepet itu. Hingga kini dia telah menemukan labuhan terakhir dalam pencariannya dibeberapa bulan ini yang tak lain adalah sahabatku sendiri.
Yang langsung terpikirkan olehku yang membuat aku terperanjat kaget adalah bagaimana keadaan persahabatan kami nantinya ? Bagaimana dengan pertemuanku di hari nikah sahabatku sendiri ? Haruskah aku menyembunyikan diri dibalik layar agar tak timbul ketercanggungan diantara kami bertiga ? Sedangkan, aku dan sahabatku sudah sama-sama tahu bahwa dia orang yang sama yang pernah kuceritakan sebelumnya padanya dan kini kembali menjadi trending topik dalam pembahasan kami kali ini yang sudah lama terkubur. Apa yang kurasa, juga dirasakan oleh sahabatku itu. Bagaimana mungkin ?
Hmmm...bagaimana dan apapun itu.
Aku harus menghadapi keadaan itu dan bersikap seperti biasanya seolah-olah tak mengenal dan tak terjadi apa-apa. Keep calm down, mujahidah.
kini, aku turut bahagia
Bahagia karena sahabatku akan menunaikan setengah diennya.
Bahagia karena orang itu telah menemukan waktu dan orang yang tepat untuk dijadikan pendamping hidupnya.
Bahagia karena mereka.
Alhamdulillah,
Adalah kejutan yang luar biasa dimalam itu.
Adalah sebuah kabar dari-Nya atas jawaban do'a-do'a mereka.
Adalah bahagia sahabatku bahagiaku juga.
Alhamdulillah...alhamdulillah...alhamdulillah...
Segala do'a terbaik untuk kalian. Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Aamiin
***hehehe...sesuatu yang tak terduga oleh keadaan dikarenakan takdir. Cerita ini hanya fiktif belaka... 😄