Kali ini aromanya membuatku jatuh cinta. Kepulan kopi yang cukup pahit, cukup manis, pekat dan penuh ampas ini menghangatkan tubuhku di hujan yang deras dan duduk manis menyesapi rasanya sambil menikmati pula tetesan hujan. Betapa nikmatnya. Untuk yang pertama kalinya, secangkir kopi membuatku jatuh cinta. Top kopi, kopinya orang Indonesia :)
Minggu, 06 Januari 2013
Rabu, 02 Januari 2013
Jangan Salahkan Hujan
Sudah berapa banyak kata yang telah engkau himpun tentangnya dan tak bersyukur atas-Nya. Masihkah engkau akan mengatakan "Gara-gara hujan, aku tak jadi ke Kampus, gara-gara hujan aku tak bisa keluar jalan-jalan, Huff, hujan lagi... Huff, hujan terus pakaianku tidak kering, dan lain sebagainya".
Di saat musim kemarau, engkau juga mengatakan hal yang sama "Aduh, panas sekali, Ya Allah turunkanlah hujan. Panasnya serasa matahari tepat diatas kepala".
Ingatlah, kata-kata apa yang pernah terucap dan keluhkan tentang mereka ? Setelah Allah mengabulkan do'amu dan menurunkan hujan setelah panas. (Astaghfirullah Al 'Adziim)
Masihkah engkau mengeluh ?
Masihkah engkau menyalahkannya ?
Tahukah kamu, setiap tetesannya adalah berkah. Dia adalah jawaban do'amu setelah kemaraumu dan harapanmu yang panjang.
"Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum ? Kamukah yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan ? Sekiranya Kami menghendaki, niscaya kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur ?
(QS. Al-Waqi'ah: 68-70)
Lalu mengapa kita masih saja tak bersyukur ?
"Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan "hujan"
di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab angin itu pelbagai
macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang
telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran."
(QS. Al A'raaf :57)
Dunia ini terlalu
indah untuk dikeluhkan. Kita hanya perlu berusaha menjadi hamba-hamba
yang dicintai-Nya dan termasuk orang-orang yang bersyukur dengan memulai dari hal
kecil tanpa menjadi hamba-Nya yang fasik. So, jangan salahkan hujan.
aku, kita, mereka dan hujan
Jumat, 28 Desember 2012
La Tahzan
Seberapapun
dan bagaimanapun ku kuatkan,ku tegarkan dan ku tenangkan hati dengan
senyum.
Tapi akhirnya, aku terjatuh pada tangis.
Ia mengalir secara suka rela dalam lilitan perih hati yang tak tertahankan.
Jika di izinkan, aku ingin duduk pada malam-malam yang tunduk dengan khusyuk
hingga cahaya-Nya kembali masuk.
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka cita."
"Ya Allah, sesungguhnya aku benar-benar hamba-Mu, anak dari hamba-
Mu, anak dari makluk ciptaan-Mu. Ubun-ubunku ada di tangan-Mu, segala
ketentuan-Mu telah berlaku bagiku, ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku
memohon dengan segala nama yang telah Engkau sebutkan untuk menyebut-Mu
atau yang telah Engkau wahyukan dalam Kitab-Mu atau yang telah
Engkau ajarkan pada salah seorang dari makhluk-Mu atau sengaja Engkau
simpan di alam yang gaib yang ada pada-Mu. Ya Allah jadikanlah Al-Qur'an
sebagai pelipur hatiku, cahaya dadaku, pengusir kesedihan dan kedukaanku."
Rabu, 26 Desember 2012
Inna Ma'al 'Usri Yusro
SURAT 94. ALAM NASYRAH
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ
الرَّحِيمِ
Dengan
menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
| Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, | أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ | 1 |
| Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu, | وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ | 2 |
| yang memberatkan punggungmu? | الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ | 3 |
| Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. | وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ | 4 |
| Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, | فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا | 5 |
| sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. | إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا | 6 |
| Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, | فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ | 7 |
| dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. | وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ | 8 |
Ku tahu ada Allah bersamaku,selalu.
Langganan:
Postingan (Atom)







