Assalamu 'Alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,Welcome to My Blog and Enjoy this Blog (✿◠‿◠)"menjadilah indah, maka semuanya akan terlihat indah"

Sabtu, 27 September 2014

Banyak Kerinduan Saat Hendak Melupakan


Rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja
Benarkah... sedang hilang ?
Benarkah... sedang ditelan dunia ?
Benarkah.......???
Atau ... !!!
Kisah sebuah perjalanan panjang kerinduan

Kamis, 24 Juli 2014

Kini, Ramadhanku Dipenghujung Senja

Sahabat....
Tak lama lagi kita akan berpisah dengan ramadhan..
Laksana bahtera, kini ia perlahan mulai mengangkat jangkarnya dan bersiap untuk berlayar..
11 bulan lamanya dia akan berlayar...
Untuk kemudian berlabuh di hati-hati orang-orang yang beriman..
Ibarat sang surya, perlahan ia mulai tenggelam bersama megah merah di ujung ufuk..
Yang jelas ia masih disini...
Dia belum berlayar ataupun tenggelam..
Untukmu yang selama ini telah mengisi hari-harinya dengan beragam kebaikan, maka sempurnakan amalmu disisa waktu yang ada.
Namun bila sebaliknya, maka perbaikilah amalanmu sebelum ia pergi berlalu...
Ingat.... amalan itu dinilai pada akhirnya.

"Berbuat baiklah disisa umurmu, niscaya Allah akan mengampuni apa yang telah lalu dan yang masih tersisa dari umurmu . Namun bila engkau berbuat keburukan pada apa yang masih tersisa niscaya engkau akan dihukum atas apa-apa yang telah lalu dan yang masih tersisa darimu."

Sekali lagi....
Senja belum berlalu...
Jangkar bahtera juga belum lagi terangkat...
Apa yang kau tunggu...
Bergegaslah...
Lepaskanlah kepergian tamu yang mulia ini dengan amalan terbaik..
Agar imanmu bersemi sepanjang tahun...
Hingga ia kembali dan melabuhkan hikmahnya pada hatimu ditahun yang akan datang...
Sungguh kerugian yang besar bila ramadhan berlalu dan kita tidak termasuk hamba yang diampuni.
Rasulullaah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Celakalah seseorang yang bila namaku disebut disisinya namun ia tidak membaca shalawat untukku,
Celakalah seseorang yang menemui bulan Ramadhan kemudian meninggalkannya namun ia belum diampuni.
Dan celakalah seseorang yang mendapati kedua orangtuanya telah menginjak usia lanjut lalu tidak menyebabkannya masuk surga.”
(HR. at-Tirmidzi & Ahmad)

Saudaraku....

Iedul fitri tinggal menghitung hari lagi
Jadilah pemenang disisa waktu yang ada..
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

“Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya”. (HR. Bukhari dan selainnya)

Ibarat lomba... Semua boleh masuk babak penyisihan...
Namun tak semua boleh masuk babak final..

Maka jadilah finalis-finalis ramadhan disaat yang lain mulai berguguran...

Bangkitlah saudaraku....
Hari sudah senja....

Sabtu, 19 Juli 2014

Ingatlah Kebaikannya

“Mata keridhaan, buta terhadap segala aib, tetapi mata kebencian, menampakkan segala keburukan” (Sa’id Hawwa, Al Mustakhlash fii Tazkiyatil Anfus)

Rasanya tak kan ada yang menyangkal bahwa persahabatan itu sangat indah. Betapa tidak, sungguh menyenangkan sekali mempunyai seseorang untuk melewatkan hari-hari, berbagi cerita, serta merasakan suka dan duka bersama-sama. Begitu hebatnya persahabatan ini, hingga seseorang bisa menganggap sahabatnya seperti saudara kandung sendiri, bahkan juga dapat melebihi. Sepertinya memang benar apa yang dikatakan sebagian orang bahwa keindahan hidup ini belumlah lengkap tanpa kehadiran sahabat.

Tetapi kadangkala…

Persahabatan bisa saja tidak sesuai dengan apa yang diharapkan karena sang sahabat melakukan hal-hal yang tidak kita suka. Kadang kita merasa, sang soulmate mulai menjauh dan lebih memilih berteman akrab dengan orang lain entah karena alasan apa. Kecewa, marah, dan perasaan merasa diabaikan bercampur aduk menjadi satu. Pepatah “habis manis sepah dibuang” tiba-tiba saja dirasa sesuai dengan keadaan kita.

Kenangan lama tentang sang sahabat tak jarang datang kembali ke benak ini. Akan tetapi yang muncul hanyalah ingatan tentang sisi buruknya saja. Kebencian lalu menuntun kita untuk meneliti kekurangannya satu persatu. Kesalahannya di masa lampau mulai menari-nari di panggung pikiran. Berbagai prasangka yang tak beralasan pun perlahan-lahan menyeruak dan membelenggu akal sehat.

Begitulah. Sahabat yang pada awalnya kita sayangi berubah menjadi orang yang paling ingin kita hindari. Kita menjadi malas berbicara dengannya. Tak ada lagi keinginan untuk menelponnya barang beberapa menit saja. Kita pun tak berkehendak menyapanya lewat sms atau e-mail. Ya, dengan ungkapan lain, kita menjadi alergi dengan keberadaannya, dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya.

Astaghfirullahal ‘azhim…

Jangan biarkan kebencian kita bertahta, wahai kawan!

Memang, kita hanyalah manusia biasa. Adalah hal yang wajar jika kebencian terbit ketika kita mendapat perlakuan yang tidak sesuai kehendak hati. Tapi ingatlah, tak sedikitpun kita diperintahkan untuk memelihara kebencian. Tidak oleh Allah, tidak oleh para nabi dan rasul-Nya, tidak juga oleh para pecinta-Nya yang sejati. Tak ada satupun. Kebencian adalah bagian dari amarah. Dan bukankah Rasulullah telah berulangkali mewasiatkan supaya ummatnya tidak marah?

Berpikir jernihlah, wahai saudara!

Manusia diciptakan tak hanya dengan kelebihan, tapi juga kekurangan dan kelemahan. Sangatlah tidak mungkin kita menemukan orang yang segala perilakunya sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Maka janganlah membencinya apalagi memutuskan hubungan silaturahim dengannya.

Untuk mengusir rasa benci, mengapa kita tidak mengingat sisi yang baik saja darinya? Mungkin saja, di antara sahabat-sahabatmu yang lain, hanya dia yang amanah. Mungkin saja, di antara sahabat-sahabatmu yang lain, hanya dia yang selalu menepati janji. Mungkin saja, di antara sahabat-sahabatmu yang lain, hanya dia yang selalu berkata jujur. Mungkin saja, di antara sahabat-sahabatmu yang lain, hanya dialah pendengar yang baik. Mungkin saja, dia mempunyai kebaikan yang tidak ditemukan pada sahabat kita yang lain… Sekarang, kita hanya perlu membimbing pikiran kita untuk mencari kebaikan-kebaikannya itu.

Masih ada noktah hitam yang menodai hati?

Janganlah biarkan pikiran buruk yang berkuasa. Ingat saja kenangan indah yang lain. Ketika kita merenda hari-hari bersamanya. Ketika kita melakukan banyak hal yang menggembirakan dengannya. Sungguh tiada guna mengingat kenangan yang kurang menyenangkan karena bisa saja timbul prasangka dan pikiran buruk terhadapnya. Dikarenakan itu, Rasulullah SAW bersabda,

“Hati-hatilah dengan prasangka karena prasangka adalah yang terburuk dari kabar palsu, jangan mencari-cari dan mematai-matai kesalahan orang lain, jangan saling mencemburui (iri) satu sama lain, dan jangan memutuskan hubungan satu sama lain, dan jadilah kalian hamba Allah yang saling bersaudara” (HR Bukhari, diriwayatkan oleh Abu Hurairah)
Masih ada berkas-berkas kebencian yang menyusup di relung hati?

Ayolah, coba ingat yang baik-baik dari dirinya. Tentu ada! Jikalau dia memang bersalah, serahkan saja pada yang Maha Adil. Apa keuntungan yang kita peroleh dengan membencinya? Bukankah kebencian hanya akan menyuburkan amarah dan perlahan-lahan akan mengotori jiwa? Maka dengarkanlah firman Allah,

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS Asy Syams [91] : 9 – 10)
Dan mengapa kita mesti terpaku dengan “karena nilai setitik, rusaklah susu sebelanga”? Bukankah kita bisa memindahkannya ke belanga yang lebih besar lalu menambahkan lebih banyak susu untuk memperkecil kadar nila dalam campuran itu?

Kemudian, tak ada ruginya untuk menengok sejenak apa yang ada dalam hati kita sekarang. Apa yang menjadi pendorong sewaktu kita menjalin persahabatan dengan orang lain? Adakah kita yakin bahwa kita mengharapkan pujian, penghormatan, ataupun semacam bentuk balasan dari sahabat itu? Sekali lagi, astaghfirullahal ‘azhim…

Jangan. Buanglah jauh-jauh niat-niat seperti itu. Percayalah, kekecewaan itu muncul karena kita menghadirkan tujuan-tujuan selain-Nya. Sejatinya, tidak ada balasan yang lebih baik selain yang diberikan-Nya. Dan betapa rendahnya kita jika mengharap balasan selain dari-Nya. Maka bersahabatlah karena Allah. Jalinlah hubungan persahabatan jika itu membuat kita makin dekat dengan-Nya. Seandainya kelakuan sang sahabat tidak sesuai dengan harapan, kita akan bisa mengerti bahwa dia hanya seorang ciptaan Allah yang pasti jauh dari kesempurnaan.

Teman, masih ada kebencian yang seadang bersemai?

Tidak usah merusak kebahagiaan kita dengan hal-hal yang buruk. Pikirkan saja sesuatu yang membuat iman kita tidak luntur dan suasana hati menjadi lebih tenang. Dengan begitu, insyaAllah kita akan tetap berada dalam kondisi emosi yang stabil. Maka Alfred Adler, seorang psikiater pun berkata, “Di antara keistimewaan yang paling indah pada manusia adalah kemampuannya mengubah negatif menjadi positif.”

Lalu, mengapa kita tidak mencoba?

Allahu a’lam bish-showab,

Sumber : Klik

Senin, 14 Juli 2014

Dimas Anggara (Ost. DDS) - Cinta Bukan Drama Versi Acoustic

 Assalamu 'Alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh
Hai #RifaLovers #DimskiLovers #DDSlovers #PringerLovers #LeleLovers #BammiLovers
Kita berjumpa lagi... disini, di my blog. :)

Pernah saya katakan bahwa Diam-Diam Suka adalah satu-satunya sinetron yang membuat saya menjadi korban sinetron. Entah, karena hal apa yang membuat saya tertarik dengannya. Seolah saya tersihir oleh senyum manis dari Pemeran Utamanya yaitu Dimas Anggara dan Febby Rastanty (Blink). Itupun, saya baru mengenal mereka di sinetron ini. Saya merasa alur ceritanya lebih fresh, meskipun kebanyakan ada scene-scene yang tidak saya sukai dan tidak sesuai dengan pemikiran saya. Namun, entah karena apa pula saya tetap bertahan menontonnya dan seakan-akan tidak mau ketinggalan satu episode pun :)
Banyak hal juga yang saya temui di Fanpage resmi DDS, meskipun saya tidak menggunakan akun resmi saya. Namun, banyak postingan dan komentar fans-fans idola mereka yang memberikan banyak pelajaran terhadap saya. Begitupun dengan sinetron DDS ini yang banyak pula memberikan pembelajaran dari pemeran utamanya.  Ambil positifnya, buang negatifnya. :)

Ah, saya tidak mau berlama-lama hanya karena hal ini sebab keterbatasan waktu untuk meluapkan segala pesan dan kesan menonton sinetron ini. Cukup dalam hati saya yang menilai. Disini, saya hanya ingin berbagi link sebuah lagu yang sudah saya jadikan dalam bentuk MP3 dari Rekaman Dimas Anggara (Prince Charming-Ost.DDS) - Cinta Bukan Drama Versi Acoustic Episode 231 :)
Berikut linknya :

Sekian dan Terima Kasih atas segala bentuk pertemanan dalam satu ikatan fans sinetron Diam-Diam Suka. terutama buat #RifaLover :D