Hai, senja. Apa
kabarmu ?
Masihkah kau
mengingatku setelah kita tak bertemu beberapa waktu ?
Ku harap kau
mengingat.
Ketika aku menyusurimu
dengan berjalan sendiri diatas jembatan penyebrangan dimana aku dapat melihatmu
lebih dekat dan indah.
Ketika aku bercerita
segala jenis tentang padamu dan hanya Allah satu-satunya yang memahami dan
mengerti keadaanku.
Hai, senja. Apa kau
merindukanku ?
Aku merindukanmu.
Ku harap kau
merindukanku.
Ketika aku tak
melihatmu beberapa waktu setelah kepulanganku dari semua jenis aktivitas yang
menyibukkanku.
Ketika aku ingin
bercerita padamu tapi waktu tak mempertemukan dan hanya kau perantara curahan
hatiku pada-Nya.
Aku merindukan itu.
Hai, senja. Sore
tadi.
Akhirnya, aku bertemu
denganmu.
Dan kau masih tetap
mengingatku.
Kau tampak begitu
lebih indah dari kemarin disaat kita berjumpa.
Kau temaramkan
cahayamu dan aku tersenyum padamu tanpa ku beritahu bahwa aku sangat menyukai
itu.
Sesekali, ku ambil
gambarmu untuk ku agendakan agar kau tahu bahwa aku sangat menyukaimu dan
bahagia bertemu denganmu.
Tapi, aku tak sempat
bercerita padamu tentang sedihku dan bahagiaku belakangan ini.
Kita tak sempat
berbagi cerita.
Hai, senja.
Kau sangat tahu
harapanku yang sempat ku ceritakan padamu beberapa waktu yang lalu bahwa aku
ingin sekali menikmati temarammu bersama seseorang yang tertulis di Lauhul
Mahfuzh dan telah halal bagiku.
Duduk berdua dengan
mesra, menikmati datangmu sampai kau pergi.
Senja, meski aku cukup
malu padamu.
Tapi, tetap saja ku
datang padamu dan kau tak pernah terusik dengan kedatanganku.
Senja, aku begitu
bahagia hari ini.
Karena bertemu
denganmu
Meskipun sangat melelahkan
dan melalui beberapa kehidupan atas takdirku.
tapi, hari ini kau
lebih membuatku berarti.
Senja, aku ingin menikmatimu lebih lama.
Meski nanti kita tak dipertemukan oleh waktu
Senja...
Aku akan selalu
menyukaimu dan merindukanmu.
Ku harap kau pun
begitu.
-MujahidaH-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar