Assalamu 'Alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,Welcome to My Blog and Enjoy this Blog (✿◠‿◠)"menjadilah indah, maka semuanya akan terlihat indah"

Jumat, 21 November 2014

November Wish



Bismillah…
Kembali bertemu November. Dan November pun tinggal separuh. Ku biarkan tahun-tahun berjalan menggerus ingatanku. Selapis-selapis harapan, impian, keinginan dan kebutuhan menipis dibenakku. Namun, tak ada yang tak mungkin jika Allah berkehendak.

Entah, tapi aku seperti menemukan diriku sendiri saat sedang bergumul dengan duniaku. Menikmati dunia ini, seperti menemukan diriku yang hilang dan ditenggelamkan oleh waktu. Meski terkadang aku hendak mengutuk dan mengeluh apa yang tersaji di hadapanku. Berupa ritual aneh yang harus aku lakukan untuk merayakan semuanya sendiri. Mengapa sendiri ? Entahlah. Sebab aku masih sukar mengerti dengan keadaan yang takdirkan padaku. Terkadang aku masih kerap merasa sendiri atau sepi dalam keramaian. Seperti ada sesuatu hal yang hilang, atau banyak hal yang lenyap dan membuatku terpekur. Malangnya, aku masih saja mau bersahabat dengan semua keadaan ini. Jujur aku jengah. Di satu waktu yang membuatku geram pada duniaku. Banyak hal yang tak begitu menyenangkan dihadapkan padaku, meski sering kali aku menyabarkan diri yang kumiliki dengan bangun untuk rutinitas harian yang tak berubah dan mengubah duniaku. Namun, terjadwal rapi untuk selalu kukerjakan seperti hari-hari sebelumnya setelah lulus dari Perguruan Tinggi. Lagi, usai sholat subuh dengan menyelesaikan beberapa lembar ayat Al-Qur’an. Pagi-pagi sekali, aku berhadapan dengan setumpuk piring, sekeranjang cucian, dan menyapu halaman rumah serta terkadang beberapa bisnis kecil-kecilan yang mencukupi waktu luangku. Dalam rutinitas yang kukerjakan terkadang disela waktu dan disudut ruang membuat air mataku menetes yang membuat aku malu dan begitu kasihan dengan kedua orang tuaku. Sebab, aku masih belum mendapatkan pekerjaan yang layak untuk mencukupi kebutuhan keluargaku. Karena persyaratan dunia kerja yang begitu menyulitkan untuk menempati beberapa lowongan yang menjadi rebutan ribuan orang. Lagi, aku termasuk orang yang gagal meraihnya. Qadarallah. Sungguh, aku bosan dan jengah dengan lakon yang menoton saat angan tiada henti menciptakan keinginan tapi hampa. Kegagalan yang berperan seakan menertawakan kebodohan gelagat jiwa yang terus melenggang, mengejar waktu tapi semu. Tapi setidaknya, aku sudah berusaha dan cukup kuserahkan pada-Nya. Tatkala sepi mengajarkan pada sebuah ketegaran dan kedewasaan yang menyingkapkan kebahagiaan dan kelukaan dengan memilah antara mengarungi jalan bersama atau melewati hari dengan sendiri. Waktupun silih berganti, akupun masih disini berkilah dengan keadaan. Lalu aku harus apa ?. Perjalanan ini harus ku lanjutkan meski cahaya jauh didepan mata. Allah, aku telah melangkah dengan tegap. Izinkan aku melewati waktu mengais mimpi. Karena ada keluarga, teman dekat dan saudara yang tak pernah lari dariku ingin kubahagiakan.

Di November ini. Semoga tak ada alasan untuk menenggelamkan diri lagi di tahun ini. Aku benar-benar ingin kembali. Kembali menggeluti dunia yang membuatku merasa berarti dalam memaknai diri. Alhamdulillah atas segala kemudahan dan nikmat yang diberikan oleh Allah. Meski situasi dan kondisi masih bentrok dengan berbagai kesulitan, tapi tetap optimis bahwa semua adalah yang terbaik dari Allah. Karena segala cerita telah tersistematis dalam skenario-Nya. Berusaha untuk selalu husnudzhon pada setiap ketetapan Allah, pada waktunya semua akan indah dan jauh lebih baik dari apa yang direncanakan. Never Stop Dream. Selamat pagi hari lahir :)

Senin, 17 November 2014

Sepucuk Surat Untuk Sahabat



Seorang sahabat pernah mengirimkan sebuah pesan yang penuh makna. Isi pesan itu adalah: "Sahabat, dengarkanlah sejenak.. Diriwayatkan, bahwa: Apabila penghuni Surga telah masuk ke dalam Surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia, mereka bertanya tentang sahabat mereka itu kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala .. "Yaa Rabb.. Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di Dunia, Shalat bersama kami, Puasa bersama kami dan berjuang bersama kami," Maka Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: "Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar dzarrah." (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd")

 
Al-Hasan Al-Bashri berkata, "Perbanyaklah Sahabat-sahabat Mu'min-mu, karena Mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat." Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat-sahabatnya sambil menangis, "Jika kalian tidak menemukan aku nanti di surga bersama kalian, maka bertanyalah kepada Allah ta'ala tentang aku, "Wahai Rabb Kami.. Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU. Maka masukkanlah dia bersama kami di Surga-Mu." Sahabatku.. Mudah-mudahan dengan ini, aku telah Mengingatkanmu Tentang Allah ta'ala ..Agar aku dapat besamamu kelak di Surga & meraih Ridha-Nya.. Aku memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku Sahabat-Sahabat yang selalu mengajakku untuk Tunduk, patuh & Taat kepada Syariat-Mu.. Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat nanti dengan-Mu.. Amiin... 

(Cuplikan kajian Ustadz Badru Salam Lc, -hafidzahullah-) Qultu: Terima kasih sahabat.... Semoga Allah mengumpulkan kita didalam Firdaus-Nya.... Oleh: Ustadz Aan Chandra Thalib