Assalamu 'Alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,Welcome to My Blog and Enjoy this Blog (✿◠‿◠)"menjadilah indah, maka semuanya akan terlihat indah"

Kamis, 13 Desember 2012

Sulit Jatuh Cinta


Sulit jatuh cinta
Ketika ku tahu kebanyakan Adam memilah-milah Seorang Hawa dengan menilai dari kecantikan, bukan karena Allah dan memilih dari Agamanya

Sulit jatuh cinta
Ketika ku tahu kebanyakan Adam mencari-cari Seorang Hawa dari mutiara berharga yang dimilikinya, bukan karena Allah dan memilih dari Agamanya

Sulit jatuh cinta
Ketika ku tahu kebanyakan Adam melihat Seorang Hawa dari derajat dan titlenya, bukan karena Allah dan memilih dari Agamanya

Sulit jatuh cinta
Ketika ku lihat dan merasakan berbagai jenis cinta terjual murah dengan kata gombal-gembelnya oleh Adam yang disana

Aku hanya tersenyum...
Ketika ku tahu, hatinya bercabang pada Hawa dengan membuka kamus cinta gombal-gembelnya padaku juga dan pada umumnya Adam sama dan jarang ku temui Kekasih Allah .

Terasa sulit...dan mulai tak menyukainya
Ketika ku pernah terjatuh dalam hina oleh Adam  dan penyebabnya ini dan itu.

Namun, seberapapun sulitnya  jatuh cinta.
Aku bersyukur pada-Nya. Karena telah ku tahu bagaimana caraku mencintai dan pada siapa yang seharusnya ku cintai selain-Nya.
Dialah yang menghentikan langkahku mencari cinta Adam di sana, agar ku tak merasakan sentuhan cinta yang semu dan tak halal.

Ku tahu akan tiba masa dari penantian panjang pada Kekasih Halal karena Allah dan menghargaiku bukan merendahkanku.

Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Wanita itu dinikahi karena empat hal : karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang beragama, (jika tidak) maka kasihan kamu”. 
(HR. Bukhari)


-Mujahidah-

Rabu, 12 Desember 2012

Pesanan Buat Dia Yang Aku Gelar Sahabat


Saya bukan sahabat seperti Ali 
Bicaranya penuh hikmah
Kebijaksanaannya diakui Rasulullah
Hidupnya sebagai mukmin bermula saat usia masih mentah
Hinggakan cinta Fatimah Az-Zahra menjadi miliknya.




Saya bukan sahabat sehebat Umar Al-Khattab
Hatinya cair karena bacaan Al-Quran
Saya juga tak seberani dia 
Digelar Al-Faruq
Kerana ketegasannya dalam menjaga agama
Sedangkan saya?

Saya bukan sahabat berperibadi hebat bak Usman
Hingga Rasulullah sanggup menyerahkan dua puterinya
Kepada insan bergelar Zunurain ini.

Sahabat,
Mereka ini sahabat yang dijanjikan syurga
Sedangkan saya..
Masih terkontang-kanting dalam membentuk diri
Entah bagaimana timbangan
                 al-mizan kelak



Usahlah mengharapkan kesempurnaan daripada saya
Sebab diri saya tak sempurna
Maafkan saya andai ada khilaf dan salah.”

Selasa, 11 Desember 2012

Cinta Dalam Diam

   Aku tak tahu siapa dirimu
Aku tak tahu dari mana datangmu
Dan aku tak tahu di mana atau dengan siapa kau ada disini
Hingga nurani
Ingin jujur pada diri
Ingin mendengarkan suara hati
Agar ku tak lemah
Agar ku tak menyerah
Agar ku tak goyah
Dalam tapak-tapak rindu yang kupandang lekat dari ufuk cinta yang silau membukit
Ingin ku katakan
Namun, tak dapat ku bahasakan
Dalam getar cinta yang terlukis indah

"Dalam Penantian"
-MujahidaH-

Minggu, 02 Desember 2012

Seperti Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin


Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.

Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.

--Tere Liye, novel 'Daun yang jatuh tak pernah membenci angin'

Seperti juga aku. Seberapa pun luka yang menusuk dan masih basah. Seberapa pun tangis yang terderai tak kering tapi membuat lega. Seberapa pun  semangat yang di patahkan kemudian terjatuh. Seberapa pun penghinaan, pengkhianatan meski sempat menjadi terdakwa dan melawan dalam kebenaran pada orang-orang itu. Pada akhirnya, aku mengikhlaskan kemudian pergi dan entah kemana lalu hidup tanpa orang-orang itu. Sebab, yakinku pada rencana Allah yang lebih indah dari yang sebelumnya. Ada kebahagiaan hakiki yang menanti dalam likunya jalan dilalui. Karena indah tak selalu mudah. Hidup adalah perjuangan. Kita hanyalah bagian dari guliran waktu dan kukatakan "semuanya akan indah pada waktunya yang tak lepas dari takdir Allah."

Meski begitu banyak kesenjangan antara harapan dan kenyataan
dan ku tahu,
ini masalah hati...masalah nurani...masalah perasaan
Namun, kesedihan bukanlah segalanya.  Bagiku, hal seperti ini, adalah hal yang terbiasa dan terlalu sering ku alami hingga membuatku tegar. Walau tak mudah menerima kenyataan. Tapi, ku biarkan hatiku merasakan semua.
Dan ku tahu ini,
Seringkali, kita perlu menangis agar kita tahu bahwa hidup ini bukan sekedar untuk tertawa dan terkadang kita perlu tertawa agar kita tahu mahalnya nilai air mata.

Sesungguhnya, 
Sesudah kesedihan ada kebahagiaan. Sesudah kesulitan ada kemudahan.

-Mujahidah-