Assalamu 'Alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,Welcome to My Blog and Enjoy this Blog (✿◠‿◠)"menjadilah indah, maka semuanya akan terlihat indah"

Senin, 20 Agustus 2012

Dibatas Kegalauan


Terkadang tak ingin ku bahas. Terkadang tak ingin ku jelaskan. Terkadang tak ingin ku bagi. Tapi tak mungkin hati ini menampung semua rasa dan hanyut dalam kegalauan. Tak terhitung sudah berapa kali ini terjadi. Jatuh dan membuatku merasa kecil di dunia. Kecewa dan membuatku berhenti untuk percaya orang lain. Difitnah dikhianati dan  membuatku pesimis untuk hidup.  Tak sedikit kata yang ku rangkum dalam hariku. Tak sedikit air mata yang menetes dalam kisahku. Tak sedikit kecewa yang ku urai dalam hatiku. Ada banyak dan entah berapa banyak. Terlalu banyak kesaksian mata ini membaca hati dari pujian kebohongan, senyum tak ikhlas dan sorotan mata yang sinis. Kenyataan itu telah meluapkan air mata.
Dan masih ku pertahankan diriku untuk berada diantara mereka. Berusaha untuk tak goyah dan berusaha bertahan dalam guncangan hidup walau sesekali ingin dihancurkan dan dilenyapkan. Entah itu sahabat atau lawan. Tapi aku masih tetap saja diam  dan bersikap tenang meski seringkali ingin memberontak dan menghilang, meski seringkali tersenyum ke sana kemari dengan suka ria. Tapi aku hanyalah makhluk biasa yang terlalu lembut menerima hantaman baja yang akhirnya luluh juga dalam balutan air mata. Nyatanya, aku tidak selalu tegar, aku tidak selalu kuat, aku tidak selalu bersemangat,aku tidak selalu tersenyum. Aku hanya tidak menunjukkan betapa rapuhnya aku kepada mereka yang tidak peduli padaku dan menenggelamkanku dalam lautan kegalauan ini.
Sempat ku bereskan dan kurangkai indah tapi tetap saja merasa tak sanggup dengan kehebohan dunia yang tak menginginkanku dan kemudian menyeretku untuk segera pergi. Banyak cerita yang terserak yang tak sempat tertulis oleh pena. Masih, masih seperti kemarin. Aku melihat dari dua sisi perbedaan. Aku dan mereka. Aku tak seperti mereka. Selalu ku tanya pada hati, adakah hati-hati yang mengerti ? adakah hati-hati yang memahami ? Aah, akupun tak mengerti dan memahami diriku sendiri.  Aku masih mencari arah  dalam titian waktu yang tak bisa ku tebak. Bagai lilin kecil tanpa nyala api yang menyusuri jalan sepi dan entah sampai kapan dan dimana akan berhenti.  Yang terkadang di sepanjang perjalananku hadir sosok malaikat yang baik hati dan tidak sombong menerangi jalanku dan mengulurkan tangan namun kembali menjatuhkanku, menghina dan merendahkanku . Pernah kurasakan sakit yang sangat, pernah ku terluka hebat. Jika ku teringat, luka itu belum sembuh benar, masih merah dan nanar, kembali basah dan tak mengering. Ku coba berpaling dan diam namun semua terasa mengganggu. Membuatku merasakan apa yang tak semestinya ku rasakan. Hingga ku memilih untuk berjalan sendiri. Sendiri untuk menyepi tanpa mereka yang selalu saja merasa diikuti, menggugat dan diganggu ketenangannya , yang akan membuatku hanyut dan terperangkap dalam gumpalan kasak-kusuk yang tak nyata. Meskipun dengan kesendirian dan kesepian ini,  membuatku lemah dan hanya Allah yang ada  dan kumiliki ketika benar-benar ku sendiri.  Adakalanya sendiri itu indah, karena ada Allah yang sebaik-baik penolong dan sebaik-baik pelindung. 
“Bersendirian itu lebih baik daripada berteman duduk dengan orang jahat. Berteman dengan orang sholih itu lebih baik daripada bersendirian.” (HR. al-Hakim dan Baihaqi).
Terima kasih kepada orang yang menyakiti karena telah menguji kesabaranku dan mengajarkanku ketabahan.  

Tidak ada komentar: