"Jika ada yang marah-marah, menjelek-jelekkan kita, maka cara terbaik menanggapinya adalah diam. Biarkan saja. Semakin banyak orang yang menjelekkan kita bicara buruk, maka semakin membuka keburukannya sendiri. Terus sibukkan diri, memperbaiki diri, terus berkarya, terus produktif. Bangun tembok dari orang-orang seperti ini. Abaikan, lupakan. Besok lusa, lihat saja siapa yang terus melesat maju, siapa yang masih sibuk berdiri di tempat sama dan masih menjelek-jelekkan orang lain"
-Tere Liye-
Sebuah kutipan yang sangat super sekali....!!!! Meskipun, kutipan ini sudah basi tapi aku menyukainya, sangat mengena dan mengetuk hatiku yang pernah dihadapkan sebuah kata-kata yang sungguh manis tapi pahit (prasangka buruk-difitnah-ditelanjangi di jejaring sosial) yang sempat aku ingin mengubur diri dan menghilang dari dunia. Sabarku masih panjang meski itu terasa sulit mempertahankan sebuah kesabaran yang akhirnya hatiku menciut dan ada sedikit penyesalan karena bangkit dari diamku. Astaghfirullah..................................(The Confession) :'(
Alhamdulillah, Allah sebaik-baik penolong dan sebaik-baik pelindung, Allah Maha Baik... karena aku masih tersadar dengan kata-kataku. "Maafkan aku yang pernah ku lukai hatinya. Meskipun memaafkan tak selamanya menghapus luka. Aku tahu rasamu".
Yah, diam lebih baik dan dimanapun kita mendapati sebuah kata yang tak mengenakkan hati, baik itu dalam hal persahabatan, pertemanan, rumah tangga, pekerjaan dan sebagainya, maka diamlah dan teruslah menjadi pribadi yang lebih baik. :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar