Lama aku memandangi layar notebook hijauku
Berfikir dan memutar bolak-balik otakku
Bingung,
Aku menekan tombol huruf A
Ada begitu banyak kata yang belum mampu ku rangkai
Sementara abjad tertata rapi didepan mataku
Ku ketik satu kalimat “aku….bla…bla….bla….” Back space
Ah, aku tidak tahu
Entah harus ku mulai dari mana mengeja perasaanku
Agar aku bisa menerjemahkannya
Merenung,
Aku menutup mata, menjamah dan meraba hatiku
Ada begitu banyak rasa
Dalam ruang dimana aku terjebak oleh perasaanku
Seperti berjelaga jika ku sendiri
Seperti warna yang tidak hanya sebatas hitam ataupun putih
Seperti pelangi yang tak lagi jingga
Seperti embun menggelayut di ujung dedaunan
Hingga aku menemukan ruang dimana ku terkubur oleh dunia
Seperti awan yang tak lagi putih
Seperti gurung yang lagi tandus
Seperti kulit yang hitam legam
Seperti kaca yang tak lagi utuh
Menangis,
Aku terisak, menyesal, dan mengecam hatiku yang tersadar
Membunuh bayangan hitam yang mengikutiku
Perbuatanku buruk
Menodai ruang rasaku sendiri
Hingga kudapati tak lagi utuh
Astaghfirullah…!!!
Tuannya, Sang Penguasa seluruh hamba !
Kemurahan-Mu,
wahai pemelihara ‘Arasy, tentu lebih utama.
Oleh : Mujahidah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar