Assalamu 'Alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,Welcome to My Blog and Enjoy this Blog (✿◠‿◠)"menjadilah indah, maka semuanya akan terlihat indah"

Senin, 30 Juni 2014

Dia Temanku Sekaligus Sahabatku



Sewaktu kecil, semasa umurku masih duduk dibangku SD. Aku mengenal rupanya namun aku tak tahu siapa dirinya. Sebab, kami berbeda sekolah yang tepatnya dibelakang sekolahku, satu wilayah dua sekolah. Aku sedikit ingat, semenjak di kelas 6 SD, kelaskuku dan kelasnya yang berbeda sekolah saling bermusuhan yang entah bermula dari mana. Yang kutahu kami saling bersaing dan menantang. Bersaing dalam perlombaan yang tak mau kalah terutama formasi baris berbaris untuk 17 Agustusan. Meskipun, kami begitu banyak peserta selain dari sekolah kami. Menantang, dalam permainan setiap kali jam istirahat. Di daerah kami, permainan ini dinamakan "asing-asing"  hingga yang tak disangka terjadi perkelahian hebat. Aku tidak tahu menahu sebabnya apa, yang pastinya aku juga terlibat didalamnya dan tanpa tahu siapa orangnya yang ku tonjok bagian perutnya karena disaat itu bagaikan perang dunia ke-tiga (Astaghfirullah, masa jahiliyahku yang begitu miris). Masa-masa kami itu masih labil, dimana kami hidup secara berkelompok-kelompok. Ramlah, Nuraeda, Rahmiati, Mariati, Marwah yang dari daerah Ujung Bulo adalah sekelompok teman kelasku yang paling agresif dalam persaingan, permainan dan pertengkaran. Nur Madya, Nurhana, Muliati, Suriati, Hariani, Rosdiana, dan Sukmawati dari daerah Kaemba Jaya termasuk diriku hanyalah sibuk dimana kami berada dimasa perkembangan menuju remaja awal yang pertama kali mengenal yang namanya cinta terhadap lawan jenis. Hehehe, Alhamdulillah, aku masih ingat nama-nama teman SD-ku.

Aku tidak begitu ingat, sahabatku ini yang memiliki nama lengkap St Aminah sudah ada dalam masa-masa yang kami alami atau tidak (hanya dia yang tahu). Setahuku, Aminah adalah orang pindahan dan masuk di sekolah kami sejak kelas 6 SD. Aminah, salah satu anak yang pintar di kelas kami. Dengan bakatnya yang jago menggambar yang dia tunjukkan disaat itulah kami berlomba-lomba ingin mengenali lebih dekat tentangnya. Salah satu kebiasaannya yang kutandai pada saat itu adalah dia selalu menggosok-gosok hidungnya, hehehe. Aku dan dia tidak begitu dekat yang hingga dimasa SMP kelas 2 yang entah karena apa dan atas inisiatif apa kami perlahan-lahan menjadi dekat, seingatku dalam hal prestasi belajar dia menasehatiku agar aku tak dibodoh-bodohi memberikan jawaban ulanganku terhadap teman dudukku sendiri. Katanya, itu bermula sejak kelas 3, akulah salah satu yang berminat dibanding teman dekatnya yang tak mau menemaninya untuk buang air besar di rumahnya ka’ Irma disaat jam belajar sedang berlangsung. Ah, entahlah, aku tak tahu menahu dan tak menyangka saja karena hal ini bisa menjadi awal keakraban kami. Namun, dalam hal ini aku tidak bercerita banyak tentang dia tapi aku senang mengenalnya.

***
Memasuki masa SMP, kami berada dalam 1 sekolah tapi berbeda kelas sampai kami menduduki bangku kelas 3. Sampai saat ini aku belum mengenal baik dirinya. Yang kutahu dari teman-teman yang mengenalnya, dia adalah gadis yang sedikit tomboy dan juga memiliki sekelompok geng didalam kelasnya.

***
Memasuki masa SMA, secara ketidaksengajaan yang lagi-lagi kami berada dalam satu sekolah tapi satu kelas. Namun, saat menduduki kelas 2-3, kami berbeda kelas lagi. Aku IPA 1 dan dia IPA 2. Diawali persaingan dalam prestasi belajar karena ingin lebih menonjol  dan terlihat pintar didalam kelas, berbagai kegiatan membuatku mengenal baik dirinya yang sedikit bermalas-malasan belajar. Dikelas 2, Allah menurunkan hidayah-Nya padanya yang begitu masya Allah hingga semangat keingintahuannya membuatnya giat dan semakin giat belajar yang akhirnya dikenali oleh para guru-guru di sekolah sebab keaktifannya didalam kelas yang berbeda sewaktu kelas 1. Bukan hanya semangat tapi dalam hal berpakaian pun terubah. Jilbab yang kemarinnya kecil yang hanya menutupi sampai leher yang ber-merk-an “al-fajri” menjadi menutupi dada yang sedangkan aku masih dengan style yang terkadang itu-itu saja yang sering diperingatkan oleh tante agar jilbabku lebih menutupi dada dan alhamdulillah, semenjak kelas 3 jilbabku pun menutupi dada dan aku dipanggil dengan gelar “muslimah” oleh teman-teman sekelasku. Dia menganggapku pintar sehingga diapun mengajakku untuk belajar bersama. Padahal, IQku masih dibawah rata-rata dan dialah yang sebenarnya pintar. Hanya dia tak menyadarinya. Berawal dari belajar bersama, diapun sering datang ke rumahku berbagi ilmu dan bertanya tentang hal yang tak diketahuinya membuat kami semakin akrab. Sejak beberapa hari ini, sebelum kulanjutkan ceritaku tentangnya, dia mengaku padaku, "aku mendekatimu karena kamu pintar agar aku bisa banyak mengambil manfaat darimu". Yah, sebelum dia berkata seperti itu. Aku sudah mengetahui dan menyadari lebih dulu diawal mendekatiku. Namun, selama itu kebaikan yang diambil dariku bukanlah keburukan kepribadianku, tidaklah mengapa bagiku. Diapun berkata, "tapi lama-kelamaan aku merasa nyaman menjalin ikatan pertemanan denganmu. Sederhana namun membekas. Semoga dalam ikatan ini tak ada hambatan yang membuat kita jauh satu sama lain.Aamiin", "Aamiin Ya Rabb". Itu katanya sambil menyetir motor sepulang dari menghadiri walimah salah satu teman SMA diwaktu senja.

***
Dimasa perkuliahan, kami terpisah. Sebab, kami mengambil jurusan yang berbeda dan perguruan tinggi yang berbeda pula. Jarang berkomunikasi dan bertemu adalah rindu yang sederhana. Namun, apabila dia punya waktu luang, dia tak lupa berkunjung ke rumahku menanyakan kabar dan berbagi cerita bersama ibuku dan adikku wahdaniah mengenai keadaan kita masing-masing. Meskipun, rumah kami berada dalam satu desa yang tak begitu jauh tapi aku tak sesering dia saling mengunjugi satu sama lain. Adalah nikmat syukur yang teramat indah ketika Allah menghidayahkan kami merasakan manisnya iman didalam majelis-majelis ilmu yang sama-sama kami tempuh selama kuliah. Adalah sebuah keirihatian ketika dia lebih dulu memakai hijab yang menutup seluruh tubuh dengan pemahaman dari tarbiyahnya disatu nama lembaga yang ber-ahlussunnah wal jama'ah, berbeda tempat yang sama-sama kami tempuh dan dengan kemantapan hatinya dia mengabaikan kata orang-orang terhadap perubahan dirinya dibanding diriku yang masih ada sedikit kegentaran hati ketika memakai hijab secara syar'i tapi Alhamdulillah, aku PD alias percaya bahwa inilah syariat Allah sesuai surah Al-Ahzab : 59. Sungguh, masya Allah yang membuatku kagum secara diam-diam padanya. Supel, sederhana, pintar, cerewet dan selalu berusaha lebih baik adalah kepribadiannya yang selama ini telah kukenal dan kini bukan lagi sekedar teman belajar, teman jalan, dan teman cerita tapi teman yang lebih indah dari itu. Hardianti, itulah namanya.

Ini Salah Satu Potretnya Saat Festival Anak Sholeh di Masjid Al-Markas Maros :)

Minggu, 29 Juni 2014

Cela Yang Memalukan




Rasa sesaknya susah sekali hilang. Tadinya, air mata itu rasanya begitu mendesak ingin keluar, tapi saya tidak bisa membiarkan itu. Baik, dengan seuntai senyum saat itu saya hanya menawari diri untuk membantu meringankan kelelahanmu untuk tidak bepergian di dua sekolah tapi jawabnya malah kata lain yang tidak layak lagi diucap dan kudengar kesekian kalinya. Saya hanya tidak menyangka. Harusnya, kata itu tidak terucap lagi. Tapi, sayangnya, kamu terlanjut mengucapkan sederet kata yang dalam sepersekian detik membuat saya terus ingin menangis dan mengingat kata-kata lalu yang sama.. Apakah saya sebegitu menyebalkan dan memalukan sampai kamu harus berkata demikian? sehingga begitu tega kamu membunuh perlahan-lahan cinta dan sayang dari rahimmu. Malu...malu karena memilikiku sedangkan saya bukanlah pelaku dosa yang menelanjangi diri dan masih banyak bentuk lain yang lebih buruk dari saya, maka sadarlah dan bersyukurlah. Beberapa hari mendiamimu dan melihat mataku memerah dan terus bercucur kamu minta maaf, mengaku salah, dan menjelaskan yang kamu kata bahwa itu hanya dirimu cela-cela. Saya memaafkan kamu, kamu tidak salah dan ini bukan salah siapapun, dan saya pun maklum kalau kamu lepas kendali berucap karena lelah dan saya tidak paham situasi. Saya pun sadar dan kamu harus sadar bahwa beginilah adanya bentukku dari Sang Penciptaku Penciptamu. Yah, kali ini saya tidak bisa membuktikan apa-apa tapi lihat nanti, lihat nanti bahwa Penciptaku akan memberikan jenis makhluk yang indah lagi sholeh. Saya diam bukan berarti saya marah dan membenci. Sebab, saya tidak bisa semudah itu melupakan sesuatu yang sangat mengena dan bukan berarti yang kamu ucapkan itu bohong, mungkin saja itu benar, sebagai bentuk akumulasi kemaluan kamu memiki anak perempuan sepertiku.

Rabu, 25 Juni 2014

Motivation For Me From Darwis Tere Liye

  • Tenang saja, ketika sesuatu yang kita anggap baik berakhir, ketika kita kehilangan seseorang yang kita nilai special, ketika sebuah kesempatan emas hilang maka, tenang saja, akan datang sesuatu pengganti yang lebih baik, seseorang yang lebih istimewa, pun kesempatan emas lainnya. Pastikan saja syaratnya dipenuhi : bersabar. Bagi orang-orang bersabar, selalu datang hal-hal baik sebagai pengganti hal-hal sebelumnya.
  • Jangan membenci orang lain. Terlebih lagi benci tanpa alasan, hanya karena tidak suka, itu berbahaya sekali. Karena membenci adalah muasal dari tabiat jelek: suka menilai (judge), suka menjelek2an, bahkan memfitnah pun tega dilakukan. Ini juga salah-satu rumus bahagia (dari 10 rumus). Dalam level tingginya, kita bahkan tetap peduli dan sayang kepada orang yang membenci kita.
  •  Buat apa kau memikirkan apa yang dipikirkan oleh orang lain, buat apa kau mencemaskan apa yang akan dinilai oleh orang lain?”
  • Sendiri bukan berarti tidak bahagia. Bersama juga bisa berarti kesedihan. Momen, tempat, orang, dan caranyalah yang menentukan. Bukan sekadar soal sendiri atau bersamanya.
  •  Jangan habiskan waktu kita untuk seseorang yang tidak pernah tahu bahwa kita menghabiskan waktu untuknya.
  • Jangan susah payah menjelaskan ke orang yang memang tidak mau mendengar penjelasan. Walau terbentang bukti dan penjelasan yang sangat masuk akal, dia tetap tidak percaya. Dijelaskan atau tidak dijelaskan, sama saja. Maka, lebih baik fokus mengurus hal lain. Ini salah-satu rumus (dari 10 rumus) bahagia.