Assalamu 'Alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,Welcome to My Blog and Enjoy this Blog (✿◠‿◠)"menjadilah indah, maka semuanya akan terlihat indah"

Senin, 24 Desember 2012

Seperti Punuk Unta



Allah berfirman : Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab:59)

“Ada 2 golongan ahli neraka belum pernah dilihat , pertama kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia. Kedua, kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang yaitu yang berjalan berlenggak lenggok, kepala mereka bagaikan punuk unta. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium bau Surga, padahal bau Surga bisa dicium dari jarak yang sangat jauh ” (HR.Imam dan Muslim No. 2128)
 
Berdasarkan hadits di atas, berarti wanita-wanita Ahli Neraka ini :
  1. Wanita yang memiliki cambuk untuk mencambuki manusia 
  2. Wanita yang berpakaian tetapi telanjang 
  3. Berjalan Melenggak lenggok   
  4. Kepala mereka bagaikan punuk unta
Saya tidak akan membahas tiga point pertama dalam kesempatan ini, tapi memfokuskan dulu untuk poin keempat saja.

*Kepala mereka bagaikan Punuk Unta*

Wanita yang menguncir atau menggulung rambutnya sehingga nampak sebuah benjolan di bagian belakang dan nampak dari balik hijabnya.

Sudah jelas kan melalui hadits di atas bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengancam setiap wanita yang keluar rumah menonjolkan rambut yang tersembunyi di balik hijabnnya dengan ancaman tidak dapat mencium bau Surga [wal ‘iyadzu billah], padahal bau Surga bisa dicium dari jarak yang sangat jauh.

Apabila telah ada ketetapan dari Allah baik berupa perintah atau pun larangan, maka seorang mukmin tidak perlu berpikir-pikir lagi atau mencari alternatif yang lain.
Terima dengan sepenuh hati terhadap apa yang ditetapkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala  tersebut dalam segala permasalahan hidup.

“Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36 ) 

“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu ..” (Q.S. Al Hujaraat : 15)

Bukan hanya itu saja adapun jika seorang wanita menggelung rambutnya karena ada kesibukan kemudian mengembalikannya setelah selesai, maka ini tidak mengapa karena ia tidak melakukannya dengan niat berhias, akan tetapi karena adanya hajat/keperluan. Hati hati menafsirkan sebuah ayat suci salah sedikit saja akan berakibat sesat dan kesesatanmu adalah kesesatan mereka dan kamu akan dimintai pertanggung jawaban kelak. Lebih baik bertanyalah pada ahli kitab.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memasukkan kita semua ke dalam golongan hambaNya yang beriman. Aamiin.

Rabu, 19 Desember 2012

Dalam Ruang Hujan



Sore menghentikan langkah kakiku di perjalananku yang begitu jauh. Berdiri sepi yang berpijak ditanah basah. Selain senja dan bulan. Aku juga menyukai tetesan yang disampaikan oleh hujan. Tetesan yang menghantarkanku dalam keheningan dan mengingatkanku tentang satu rindu yang membuatku menangis sendu  di setiap untaian do'aku. Dan banyak hal yang membuatku putus asa dan ingin rasanya aku meninggalkan perjalanan ini, pergi dan tak kembali. Namun, setelah melihat ke dalam hatiku. Ia membuatku bangkit dan tersadar bahwa aku tak sendiri. Ada Allah bersamaku.
"Salah satu waktu do'a diajabah adalah disaat hujan"
Hujan memang istimewa. Ada banyak pesan dalam setiap tetesan airnya ketika ia membasuh bumi yang berdebu. Aku menadahkan tanganku merasakan belaian air yang jatuh dari payung hijauku dan menjadi dingin. Aku suka.
Awalnya, aku ingin menemui senja dimana tempatku melihat keindahannya yang temaram tapi ditengah perjalanan kulihat disana langit begitu hitam lalu hujan. Langit hitam itu membuatku tak menikmati berlalunya senja. Namun, aku begitu menikmati tetesan hujan. Dalam ruang hujan,kembali ku langkahkan kakiku dan pulang.


Senin, 17 Desember 2012

Kaname itu Seniorku


Entah apa yang terlintas di benakku hingga aku ingin membahas topik ini. Hehehe
Agak sedikit lucu juga sih...

Kaname bukan nama sebenarnya. Tapi begitulah panggilannya oleh teman-temanku. Awalnya, aku tak tahu siapa dia dan dari mana dia. Melihat batang hidungnya pun tak pernah bahkan tak mau tahu. Tapi kerap kali aku bersama dengan teman-temanku. mereka selalu membahas seseorang yang disebut Kaname itu dan menjadi heboh. Kaname adalah salah satu pemeran utama dalam film anime Vampire Knight. Seorang Vampire (Kaname Kuran) yang jatuh cinta pada adik kandungnya sendiri (Yuuki Kuran) yang berwujud manusia. Pokoknya, panjang ceritanya kalau bahas film anime satu ini. Seru...tapi lebih seru filmnya Naruto
Lanjut...
Kaname. Yah, itulah panggilannya yang membuat teman-temanku tergila-gila dan menyebut-nyebutnya. Maka, tibalah aku dalam sekumpulan pertanyaan tentang dia . Kaname, siapa sih dia ??? Asalnya dari mana ???
Dan seiring berjalannya waktu, akhirnya pun aku tahu siapa dan dari mana asalnya. Hmmm, ternyata dia adalah seniorku dari jurusan kesehatan lingkungan dan aku tak mengenalnya. Karena aku memang malas mengenal dan kenalan dengan orang. Hanya saja aku selalu tiba-tiba berpapasan dengannya pada satu jalan di Kampus Ungu. Hehehe
        Yah, dia begitu mirip dengan rupa Kaname yang sebenarnya dalam film anime itu. Dan sebenarnya aku tak pernah mengira kalau yang dimaksud teman-temanku adalah dia.


Minggu, 16 Desember 2012

Aku Tak Sempurna


Aku tak seperti Ibunda Khodijah
yang mulia dengan pengorbanannya untuk Islam
Aku tak seperti Fathimah
yang tetap suci hatinya hingga 'Ali menjadi pendamping hidupnya
Aku tak seperti Ibunda 'Aisyah
yang penuh dengan ilmu Al-Haq bagai perpustakaan hidup
Aku tak seperti Asiyah
yang tetap tegar menghadapi seorang Fir'aun
Aku tak seperti Ruqayah
yang tetap setia menanti jodohnya walau sempat terpisah oleh aqidah
Aku tak seperti Sumayyah
yang ghirohnya selalu membara untuk belajar kebenaran

Maka jika kau, kalian, dan mereka masih bertanya
kenapa aku begini
karena aku tak sempurna
yang masih tertutup debu di sana-sini

Aku hanyalah pendosa tanpa noktah
Aku tak selalunya seperti yang terlihat
Masih banyak kurang dan cacat
Cukup Allah yang menutupi aib-aib yang ku lakoni selama ini
Walau tak seorang pun yang mempercayai bahwa aku sempat punah

Tapi, 
Aku ingin menjadi wanita yang lembut, walau aku sadar takkan pernah sanggup menjadi selembut Ibunda Khadijah.
Aku ingin menjadi wanita yang cerdas, walau mungkin aku takkan  pernah sanggup menyamai Ibunda Aisyah
Aku ingin menjadi wanita yang sabar seperti Fatimah Az-Zahra, sabar dalam setiap keadaan.
Aku ingin menjadi wanita yang tegar seperti Ummu Sulaim, tegar dalam menghadapi segala cobaan hidup.
Aku ingin menjadi wanita yang berani seperti Ibunda Shafiyah
berani mengatakan yang benar itu adalah benar dan yang bathil itu bathil.


Ya Rabb, bimbing aku, hingga ku dapat menjadi wanita sholeha penghias dunia, penghias Surga.
Aamiin
 
*Khairunnaas Wa Khairunnisa*

-MujahidaH-