Sore menghentikan langkah kakiku
di perjalananku yang begitu jauh. Berdiri sepi yang berpijak ditanah basah.
Selain senja dan bulan. Aku juga menyukai tetesan yang disampaikan oleh hujan.
Tetesan yang menghantarkanku dalam keheningan dan mengingatkanku tentang satu
rindu yang membuatku menangis sendu di setiap untaian do'aku. Dan banyak
hal yang membuatku putus asa dan ingin rasanya aku meninggalkan perjalanan ini,
pergi dan tak kembali. Namun, setelah melihat ke dalam hatiku. Ia membuatku
bangkit dan tersadar bahwa aku tak sendiri. Ada Allah bersamaku.
"Salah satu waktu
do'a diajabah adalah disaat hujan"
Hujan memang istimewa. Ada banyak
pesan dalam setiap tetesan airnya ketika ia membasuh bumi yang berdebu. Aku
menadahkan tanganku merasakan belaian air yang jatuh dari payung hijauku dan
menjadi dingin. Aku suka.
Awalnya, aku ingin menemui senja
dimana tempatku melihat keindahannya yang temaram tapi ditengah perjalanan
kulihat disana langit begitu hitam lalu hujan. Langit hitam itu membuatku tak
menikmati berlalunya senja. Namun, aku begitu menikmati tetesan hujan. Dalam
ruang hujan,kembali ku langkahkan kakiku dan pulang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar