Assalamu 'Alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,Welcome to My Blog and Enjoy this Blog (✿◠‿◠)"menjadilah indah, maka semuanya akan terlihat indah"

Selasa, 09 Juli 2013

Diam Lebih Baik

Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam
memberi komentar..
Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam
menegur..
Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam
memberi nasihat..
Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam
memprotes..
Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam
persetujuan..

tapi..

Biarlah DIAM kita mereka faham artinya..
Biarlah DIAM kita mereka terkesan maknanya..
Biarlah DIAM kita mereka maklum
maksudnya..
Biarlah DIAM kita mereka terima tujuannya..

karena..

DIAM kita mungkin disalah artikan..
DIAM kita mungkin mengundang
prasangkaan..
DIAM kita mungkin tidak membawa maksud
apa2..
DIAM kita mungkin tak berarti..

maka..

jika kita merasakan DIAM itu terbaik..
seharusnya kita DIAM..
namun seandainya DIAM kita bukanlah
sesuatu yang bijak..
berkatalah sehingga mereka DIAM..

Sabtu, 06 Juli 2013

Rindu Hijaumu, Hijau Kita

Untukmu saudariku : Aminah Namina Minami

Tiba-tiba rinduku kembali menyapa
Pada kata yang tak dapat terjelaskan
Tentang kita yang telah lama jauh dari keberadaan
Tentang kita yang telah lama jauh dari kedekatan
 Tentang kita yang telah lama jauh dari kebersamaan
Tangan-tangan keegoisan dan kemaafan enggan berjabat
Memilih diam dan sendiri
Membiarkan luka kian memeluk diri
Membiarkan waktu terus berlari
Untuk menggapai ketenangan dan kedamaian
Tanpa aku ataupun kau

Bersama hijau
Kita melangkah sendiri
Memudarkan dan menjadikannya gersang
Walau pada kenyataan, perih
Karena rindu yang tak dapat terhindarkan oleh perasaan
Sementara kita tetap saja diam
Menunggu hujan menetesi dan kembali basah
Agar luruh kejelekan-kejelekan dan berganti saling pengertian
Kedekatan kembali subur
Nyatanya, kita tetap saja diam
Malukah ? Sementara rindu semakin mencekam nurani dan tak tertahankan
Tak perlu, aku hanya ingin menjabatmu, memelukmu erat dan melepaskan rinduku
Rinduku yang ku sebut kaulah hijauku

Kamis, 20 Juni 2013

Dunia Wanita Itu


Dia adalah wanita yang berkepribadian melankolis cenderung plegmatis. Cinta hijau yang berarti dia mencintai kedamaian, keteduhan, dan ketentraman. Baginya kedamaian adalah segalanya. Jika timbul masalah ia akan berusaha mencari solusi dari hasil perenungannya tanpa ingin timbul konflik yang lebih besar. Dia begitu pendiam, terlalu pemalu, dan tidak mau menonjolkan diri. Tak mau banyak bicara. Sebab, dia takut tak bisa menjaga perkataannya yang akan menyakiti hati yang dijaganya. Dia selalu serba salah, sering menyembunyikan emosi, dan sulit mengungkapkan perasaan. Namun, mempunyai keinginan kehidupan yang perfeksionis dan berusaha menjadi pribadi yang baik.

Dalam dunianya, kehidupannya tak seindah yang dibayangkannya, begitu rumit dan sulit dipahami. Setiap kali dia melangkah ke dunia luar, dia seolah tak terlihat oleh mata lain, maka dirinya lebih memilih menyendiri atau bahkan berdua dengan Sang Khalik ketika dirinya benar-benar tak sanggup menghadapi persoalan hidupnya. Kebahagiaan, kedamaian, keteduhan dan ketentraman yang dicintainya seolah-olah tak pernah dirasakannya. Terlalu banyak konflik yang dia temui sehingga membuat dirinya kalut mencari solusi dan pengharapannya hanyalah pada Allah sebaik-baik penolong dan menyendiri terasa lebih nyaman baginya. Namun, dia selalu bersyukur dengan kebahagiaan apapun yang dimilikinya dan ditemukannya sekalipun ada saja orang-orang yang ingin melenyapkan dan memusnahkannya. Keyakinannya begitu kuat bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya, diapun menjadi sabar, tenang, tegar dan kuat. Meskipun air mata menjadi pilihan terakhirnya. Saat dirinya ditinggalkan, diabaikan dan dikhianati oleh orang paling dekat denganya, maka disitulah rasa rendah dirinya dimulai dan dia bisa melewati orang-orang itu saat bertemu dengannya. Bagi wanita itu, luka itu seperti terjatuh ke dalam air yang paling dalam. Semua orang tak tahu seberapa dalamnya luka itu. Sebab, terlalu banyak orang yang melupakan dan meremehkan luka orang lain. Sabar, ikhlas dan memaafkan.

Dalam pengaduannya, dia selalu berharap mencicipi kebahagiaan yang diimpikannya yaitu berada diantara orang-orang yang dicintainya dan disayanginya menjadi akur tanpa ada rasa keegoisan, ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menyakiti hati satu sama lain. Berbeda dengan dunia percintaanya, dia juga memiliki pengharapan pada kebahagiaan yang dinantinya dibatas waktu. Dia menanti seseorang yang mencintainya yang dapat menghantarkannya pada cinta-Nya, menerima apa adanya yang bukan melihat kekurangannya melainkan kelebihannya. Namun, saat dirinya berbaur dengan begitu banyak hati dan menjumpai tipe orang yang melihat pada sisi kekurangannya, dia merasa tidak nyaman, dia menjadi orang yang tak mudah percaya, mati rasa dan mengganggap semuanya sama. Dia mempercayai takdir. Meskipun, betapa tertutup dan rapuhnya cinta tak berbalasnya yang tak mampu menemukan jalan keluar pada sosok yang pantas diinginkan. Dia tahu, dirinya yang lebih dulu memulainya meskipun sekuat apapun pondasi keimanan menjaga hatinya agar tak jatuh cinta yang pada akhirnya jatuh juga. Namun, dia berusaha bangun cinta dengan masih memiliki kesempatan untuk menebar benih dan berbunga, maka adalah benar-benar takdir bila cinta itu berhasil dipanennya. Setidaknya sampai saat ini... Sebab, dia takut jika apa yang dirasanya hanya sekedar melintas di hatinya dan ternyata bukan pilihan Allah untuknya.
Bagi wanita itu, cinta adalah rahasia yang tidak perlu diungkap kepada orang lain atau bahkan tidak pada dirinya sendiri. Itulah cinta dalam diam dan lebih terjaga. Diam adalah caranya mencintai.

Dengan dunianya yang sekarang, dia semakin terbiasa menjalani kehidupannya dan mencari kebahagiaan yang tak ditemukannya dan hal itu membuatnya dewasa. Dia selalu berusaha menjadi pribadi yang baik yang memimpikan tempat hijau dalam setiap perjalanannya mencintai-Nya. Dunia wanita itu, dia akan membuatnya menjadi indah...

Mujahidah

Minggu, 16 Juni 2013

Tiada Yang Beda


Kemarin dan hari ini tiada yang beda
Bagiku tetaplah sama
Bukan pada aku, tapi pada mereka
Pada mereka yang berjiwa iblis bersampulkan senyum manis mencari kesenangan
Pada mereka yang menuntut kesempurnaan berlabelkan cantik, tampan dan kaya
Pada mereka yang berkomitmen dan berjanji yang pada kenyataannya omong kosong
Pada mereka yang merekatkan tangan kemudian melepasnya
Pada mereka yang mengajak berlayar yang pada akhirnya menenggelamkan
Pada mereka yang datang dan berlalu pergi
Pada mereka yang tiada beda dengan yang lain, mereka semua sama

Yah, bagiku tetaplah sama
Bukan pada mereka, tapi pada aku
Pada aku yang berdiri sendiri dibawah langit kelam, cerah bersama senja yang makin temaram
Pada aku yang tersudutkan oleh dunia luar dan memilih berada di ruang yang berpetakkan 4x3 m
Pada aku yang ditenggelamkan oleh yang menenggelamkan
Pada aku yang bahagia dan membahagiakan diri sendiri
Pada aku yang berharap penuh keyakinan dalam setiap do'anya
Pada aku yang berteman dengan sepi dan hanya Allah sebaik-baik sahabat

Tiada yang beda, tetaplah sama
Setidaknya sampai saat ini