Assalamu 'Alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,Welcome to My Blog and Enjoy this Blog (✿◠‿◠)"menjadilah indah, maka semuanya akan terlihat indah"

Senin, 14 Juli 2014

Dimas Anggara (Ost. DDS) - Cinta Bukan Drama Versi Acoustic

 Assalamu 'Alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh
Hai #RifaLovers #DimskiLovers #DDSlovers #PringerLovers #LeleLovers #BammiLovers
Kita berjumpa lagi... disini, di my blog. :)

Pernah saya katakan bahwa Diam-Diam Suka adalah satu-satunya sinetron yang membuat saya menjadi korban sinetron. Entah, karena hal apa yang membuat saya tertarik dengannya. Seolah saya tersihir oleh senyum manis dari Pemeran Utamanya yaitu Dimas Anggara dan Febby Rastanty (Blink). Itupun, saya baru mengenal mereka di sinetron ini. Saya merasa alur ceritanya lebih fresh, meskipun kebanyakan ada scene-scene yang tidak saya sukai dan tidak sesuai dengan pemikiran saya. Namun, entah karena apa pula saya tetap bertahan menontonnya dan seakan-akan tidak mau ketinggalan satu episode pun :)
Banyak hal juga yang saya temui di Fanpage resmi DDS, meskipun saya tidak menggunakan akun resmi saya. Namun, banyak postingan dan komentar fans-fans idola mereka yang memberikan banyak pelajaran terhadap saya. Begitupun dengan sinetron DDS ini yang banyak pula memberikan pembelajaran dari pemeran utamanya.  Ambil positifnya, buang negatifnya. :)

Ah, saya tidak mau berlama-lama hanya karena hal ini sebab keterbatasan waktu untuk meluapkan segala pesan dan kesan menonton sinetron ini. Cukup dalam hati saya yang menilai. Disini, saya hanya ingin berbagi link sebuah lagu yang sudah saya jadikan dalam bentuk MP3 dari Rekaman Dimas Anggara (Prince Charming-Ost.DDS) - Cinta Bukan Drama Versi Acoustic Episode 231 :)
Berikut linknya :

Sekian dan Terima Kasih atas segala bentuk pertemanan dalam satu ikatan fans sinetron Diam-Diam Suka. terutama buat #RifaLover :D

Rabu, 09 Juli 2014

Ramadhan : Menangisnya Hati


astaghfirullahaal'adzim
astaghfirullahaal'adzim
astaghfirullahaal'adzim

seperti malam-malam sebelumnya, usai sholat sunnah sholat isya adalah agenda penyampaian panitia amaliah ramadhan mengenai keuangan masjid dan penyampaian siapa yang akan menjadi mubalig ceramah ramadhan malam ini yang biasanya aku menunggu dengan membaca ayat-ayat Allah 2-3 lembar sebelum ceramah dimulai. Namun, kali ini ku sengaja diriku untuk tidak membawa Al-Qur'an ke Masjid di dua malam ini. Seperti sebagian jama'ah lainnya, Aku hanya duduk terdiam diatas sajadah merah dan menunggu penyampaian dari mereka, siapa yang akan menjadi mubalig malam ini dan judul ceramah apa yang akan dibawakannya berdasar pada tugas agenda ramadhan adik-adik SD terutama yang diberikan oleh adikku untuk sekedar membantunya menangkap isi ceramah sesuai judul. Telinga kanan dan kiriku mulai kupertajam yang kini mulai berkurang pendengarannya sementara buku dan pulpen sudah ada dalam genggaman tangan kananku untuk siap-siap mencatat hal-hal yang akan tersampaikan malam ini. Namun, ternyata malam ini tak ada penyampaian dari mereka yang tiba-tiba aku dan mungkin yang lainnya  terkagetkan oleh suara yang tidak asing lagi bagiku dari mikrofon yang tidak lain itu adalah suara Om-ku yang berdiri diatas mimbar sebagai Ustadz yang pada hakikatnya merupakan bagian dari jadwalnya untuk membawakan hikmah Ramadhan. Begitu lantang, begitu tegas, dan begitu bersemangatnya menyampaikan agenda hari ini. Yah, tepatnya Rabu, 9 Juli 2014 adalah agenda bersejarah di tahun ini bagi Warga Indonesia memilih capres dan cawapres yang layak menjadi pemimpin Indonesia ke-7. Namun, hal ini bukanlah yang akan dibahas layaknya pengamat politik yang lagi gencar-gencarnya saat ini. Kita hanya difokuskan mendengar dan merenung sesuai judul "Iman". Ah, penyampaian kata-katanya yang lagi-lagi berhasil membawa diriku ke alam bawah sadarku hingga aku kembali terisak bercucurkan air mata dengan menjerit dan menangisnya hati mendengar kembali saudara(i)ku di Palestina.

Begitu banyak nikmat Tuhanku tapi aku sedikit bersyukur (Astaghfirullah). 
Dulu sampai saat ini, aku masih bisa menikmati masa kanak-kanak hingga dewasaku di Negara ini dengan tenang dan amat nyaman sementara disana sudah banyak yang bergelar syahid tanpa sempat menikmati masa indahnya kanak-kanak di Negara mereka sendiri #Gaza. Satu hari sebelum pesta demokrasi di Indonesia, Selasa, 8 Juli 2014 Gaza SIAGA 1, menjadi GAWAT DARURAT. Detik ini, bertambah korban 4 tewas. Detik ke detik korban tewas dan luka-luka kian bertambah. Dua masjid tak luput dari roket israel, masjid terletak di Abasan Gaza selatan, dua masjid tersebut rata dengan tanah. Pejuang Palestina, tidak pernah meminta menghentikan perang ini, pejuang palestina tetap melanjutkan perang dengan israel. Roket dari Gaza sudah menjangkau ibu kota israel tel aviv dan askelon, ashdood dan askol. #Allahu Akbar

Pejuang Palestina, tidak akan mengangkat bendera putih, tidak akan menyerah. Darah dan nyawa warga Palestina, harus di bayar dengan darah dan nyawa pula oleh Israel Laknatullah. #Allahu Akbar

Ah, Gaza.. Mendengarmu saja sudah terbayang keadaanmu disana seolah kita dekat. Namun, akan kutunggu 'Kun Faya Kun-Nya' hingga kakiku telah terjejak di atas tanahmu. Tunggu! Tunggulah aku, meski do'aku masih menuju Arsy'-Nya. Tapi, ratusan juta do'a-do'a umat muslim dari belahan dunia akan menjadi kekuatan terbesar untuk siapapun yang melawan saudara-saudara palestine. Gaza, kau tak sendiri. Ada aku, ada kami, dan ada mereka. Kami tengah menunggu do'a menjelma nyata dan kita bertatap wajah dalam ukhuwah Islamiyah yang indah.

***
Aku semakin terisak ditengah keramaian jama'ah tarawih hingga banyak yang menoleh padaku dan mungkin aku dilihat oleh ibu. Tapi, aku tidak peduli pandangan orang-orang disekitarku. Hatiku hanya terus menangis, kita masih bisa makan sahur dengan aman tanpa bombardir, mereka ? Untuk makan sahurpun harus berjuang dengan menikmati Ramadhan mereka melawan Israel hingga bergelar syahid. Shalat mereka menjadi 6 waktu karena setiap harinya harus menyolati Jenazah.

Kembali aku tersadarkan oleh kata-kata mubaliq yang membuatku semakin terisak yang diam-diam menutupi mukaku dalam mukena yang kupakai. Yah, dosa. Kata ini tak lepas dariku bahkan pada setiap orang. Begitu banyak dosa yang kuperbuat. Namun, Allah masih mempertemukanku dengan Ramadhan dengan harapan Allah menggantikan hatiku dengan hati yang baru, hati yang bersih dan ingatan yang bersih pula tanpa noda sedikitpun. Sedangkan, aku masih berada dalam kemarau dosa dan malas di tengah hujan rahmat-Nya. Begitu banyak perintah-Nya yang kulanggar, begitu banyak hati yang telah kusakiti, teman, sahabat dan orang tuaku, serta begitu banyak dosa yang selalu menghadirkan nafsu dan keduniaan yang entah berapa kali dosa dan nista itu kuulangi. Kemana lagi pandangan mata hati harus kulayangkan kalau bukan pada-Nya. Adakah seluruh kata penyesalanku masih berguna sedang seluruh pori -pori jiwaku hitam jelaga nista ? #astaghfirullah

Dosa-dosaku pun pasti sudah menumpuk seperti gunung sedangkan amalanku mungkin hanya selembar kapas yang kapan saja dapat terhempas angin. Sulit rasanya memejamkan mata jika terbayang-bayangi oleh perbuatanku yang begitu banyak, tak bisa kuhitung lagi sudah berapa banyak kesalahan itu. Berat kepala ini memikirkannya, perih hati ini merasakannya.  Aku gundah dan resah karena dosa. Lalu, aku bisa apa ? Aku hanya bisa berdo'a memohon ampun dan bertaubat pada Allah dengan terus melakukan perbaikan diri dengan hati yang tersisa dan kuperjuangkan menjadikan pribadi yang lebih baik "be a good muslimah".

***
30 menit telah berlalu, ceramah pun selesai yang begitu menggugah nurani. Terlihat di jam dinding menandakan pukul 20.33 WITA dan sholat tarwih pun disegerakan. Namun, dalam sholat aku tetap saja terisak dengan menarik ulur ingus yang ada dihidungku. Mataku pun juga masih berkaca-kaca hingga tetanggakupun bertanya yang kebetulan aku berdekatan dengannya "apakah kamu sedang flu ?". Aku hanya menggelengkan kepala, sebab kutahu suaraku akan parau sehabis menangis hebat secara diam-diam. Inilah malam indah yang menjadi bagian dari perenungan di  Ramadhan ini yang semoga Allah mempertemukanku kembali dengan Ramadhan berikutnya. Aamiin

Sabtu, 05 Juli 2014

Kucingku Comel Kucingku Sayang



Alhamdulillah anaknya lahir dengan selamat tgl, 29 Mei 2014 dengan 4 bersaudara - 2 putih - 1 putih hitam - 1 hitam coklat muda

Inilah hasil jepret-jepret kucing-kucing comelku yang tertangkap oleh kamera 0.3 MegaPixel :) cukup tak jelas bukan ? Hehehe. Aku memiliki seekor kucing berjenis kelamin betina tanpa kuberi nama sebab, aku lebih menyukainya bila tak punya nama.  Kucingku punya banyak anak yang entah benih dari siapa :D sebab, banyak kali kucing jantan di sekitar rumahku yang menghampirinya karena hanya dia seekor kucing betina yang ada. Aku mengenalnya sejak tahun lalu memasuki pintu rumahku mencari sesuap nasi dan seekor ikan dengan mondar mandir mengambil makanan yang tersisa walau beberapa kali mengambil makanan yang tersimpan tanpa ada yang tahu. Awalnya, aku merasa jijik dengannya setiap kali mengampiri kakiku yang kujulurkan disaat aku duduk dikursi. Namun, lama-lama aku Sudah terbiasa dengannya kemudian mengajaknya main dan bercanda sehingga diapun sudah mengenaliku setiap kali kupanggil dengan siulan kecil kemudian menghampiriku mengeluskan-eluskan tubuhnya dikakiku dan bermain. Lucunya, layaknya seorang anak, aku sering kali meninabobokan dia dan dia pun tertidur yang bahkan sering kali ku berikan terapi kandungan selama dia hamil. :D Sudah beberapa kali dia hamil dan sebagian anaknya sudah tumbuh dewasa kemudian meninggalkan ibunya (kasihan), tapi ketika dia melahirkan dibulan mei  sebagian anaknya dibuang oleh ibu karena merasa jijik. Padahal kan lucu sangat. Sedihnya, ketika dia mendapati seekor anaknya dari 4 bersaudara yang baru beberapa hari dilahirkan meninggal dikolong tempat tidur ibuku dan aku baru tahu saat jenazahnya berbau busuk yang membuat kami muntah-muntah (iiiuuhh) Tapi, dua saudaranya dibuang di pohon bambu dan satunya lagi masih bertahan dan tumbuh menjadi anak kucing yang comel sangat dengan jenis kelamin jantan berbulu putih kombinasi hitam. Hehehe... Yang sampai saat ini, aku masih bermain dengan kucingku yang comel.


Kamis, 03 Juli 2014

Lagi...Untuk Sebuah Maaf

Aku menemukannya diantara catatan diamku yang lama untuk sebuah maaf yang tak pernah lelah

Bismillah...


Mari bercermin sejenak pada sebuah telaga bening bernama Hati..
Semoga kedalamannya memberi satu peluang bahwa masih ada ruang untuk sekedar membuka harapan pada sebuah kata maaf..
Semoga telaga itu tak keruh penuh dgn prasangka,curiga dan kemarahan...
Catatan ini saya buat untuk mewakili hati, bila selama bersahabat saya salah
Karena tak ingin memberikan celah bernama kemarahan untuk berkuasa...
Mari beri sedikit momen untuk jiwa melihat lebih dalam dengannya kita bisa pahami bahwa hangatnya kata maaf akan menurunkan kekecewaan agar ukhuwah kita kembali terjalin dengan baik.



"Maka sesuatu yg diberikan kepadamu ,itu adalah kenikmatan hidup di dunia dan yang ada pada sisi Allah, lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf dan( bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan tuhannya dan mendirikan shalat,sedang urusan mereka diputuskan dengan musyawarah antar mereka " (Qs.Asy-Syuura 36-40)

Persaudaraan itu sesuatu yg indah.
Rasa bahagia dlm jiwa itu menjelma bila kita di kasihi dan mengasihi.
Itu memang fitrah penciptaan manusia. Suka bila dirinya disayangi. Gembira bila dirinya dicintai. Nikmat persaudaraan itu sendiri adalah kasih dan cinta.
Tanpa keduanya,kita tidak akan menikmati kemanisan dalam nikmat ukhuwah.
Manisnya lebih terasa bila kita yg memberi ukhuwah atas iman.
Jiwa akan terasa lebih bahagia apabila ukhuwah yang terjalin adalah atas dasar iman  kepada Allah.
Ia bukanlah satu hubungan yang biasa. Tetapi ia dibina atas kekuatan iman yang mendominasi jiwa.
Akhirnya melahirkan natijah yang hebat.

Maros, 17 Januari 2012