Aku menemukannya diantara catatan diamku yang lama untuk sebuah maaf yang tak pernah lelah

Mari bercermin
sejenak pada sebuah telaga bening bernama Hati..
Semoga kedalamannya memberi satu
peluang bahwa masih ada ruang untuk sekedar membuka harapan pada sebuah kata maaf..
Semoga telaga itu tak keruh penuh
dgn prasangka,curiga dan kemarahan...
Catatan ini saya buat untuk
mewakili hati, bila selama bersahabat saya salah
Karena tak ingin memberikan celah
bernama kemarahan untuk berkuasa...
Mari beri sedikit
momen untuk jiwa melihat lebih dalam dengannya kita bisa pahami bahwa hangatnya
kata maaf akan menurunkan kekecewaan agar ukhuwah kita kembali terjalin dengan
baik.
"Maka
sesuatu yg diberikan kepadamu ,itu adalah kenikmatan hidup di dunia dan yang
ada pada sisi Allah, lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman,
dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal dan (bagi) orang-orang yang
menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah
mereka memberi maaf dan( bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan
tuhannya dan mendirikan shalat,sedang urusan mereka diputuskan dengan
musyawarah antar mereka " (Qs.Asy-Syuura 36-40)
Persaudaraan itu sesuatu yg indah.
Rasa bahagia dlm jiwa itu menjelma
bila kita di kasihi dan mengasihi.
Itu memang fitrah penciptaan
manusia. Suka bila dirinya disayangi. Gembira bila dirinya dicintai. Nikmat
persaudaraan itu sendiri adalah kasih dan cinta.
Tanpa keduanya,kita tidak akan
menikmati kemanisan dalam nikmat ukhuwah.
Manisnya lebih terasa bila kita yg
memberi ukhuwah atas iman.
Jiwa akan terasa lebih bahagia
apabila ukhuwah yang terjalin adalah atas dasar iman kepada Allah.
Ia bukanlah satu hubungan yang
biasa. Tetapi ia dibina atas kekuatan iman yang mendominasi jiwa.
Akhirnya melahirkan natijah
yang hebat.
Maros, 17 Januari 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar