Allah berfirman : Hai
Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri
orang mu’min: “Hendaklah mereka
mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka
lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab:59)
“Ada 2 golongan ahli
neraka belum pernah dilihat , pertama kaum yang memiliki cambuk seperti ekor
sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia. Kedua, kaum wanita yang berpakaian
tetapi telanjang yaitu yang berjalan berlenggak lenggok, kepala mereka bagaikan
punuk unta. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium bau Surga,
padahal bau Surga bisa dicium dari jarak yang sangat jauh ”
(HR.Imam dan Muslim No. 2128)
Berdasarkan hadits di
atas, berarti wanita-wanita Ahli Neraka ini :
- Wanita yang memiliki cambuk untuk mencambuki manusia
- Wanita yang berpakaian tetapi telanjang
- Berjalan Melenggak lenggok
- Kepala mereka bagaikan punuk unta
Saya tidak akan membahas
tiga point pertama dalam kesempatan ini, tapi memfokuskan dulu untuk poin
keempat saja.
*Kepala
mereka bagaikan Punuk Unta*
Wanita yang menguncir
atau menggulung rambutnya sehingga nampak sebuah benjolan di bagian belakang
dan nampak dari balik hijabnya.
Sudah jelas kan melalui
hadits di atas bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengancam setiap wanita yang
keluar rumah menonjolkan rambut yang tersembunyi di balik hijabnnya dengan
ancaman tidak dapat mencium bau Surga [wal ‘iyadzu billah], padahal bau Surga
bisa dicium dari jarak yang sangat jauh.
Apabila telah ada ketetapan dari Allah baik berupa perintah atau
pun larangan, maka seorang mukmin tidak perlu berpikir-pikir lagi atau mencari
alternatif yang lain.
Terima dengan sepenuh hati terhadap apa yang ditetapkan Allah
Subhanahu Wa Ta’ala tersebut dalam segala permasalahan hidup.
“Dan
tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang
mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada
bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa
mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang
nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36 )
“
Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada
Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu ..” (Q.S.
Al Hujaraat : 15)
Bukan hanya itu saja
adapun jika seorang wanita menggelung rambutnya karena ada
kesibukan kemudian mengembalikannya setelah selesai, maka ini tidak
mengapa karena ia tidak melakukannya dengan niat berhias, akan tetapi
karena adanya hajat/keperluan. Hati hati menafsirkan sebuah ayat suci
salah sedikit saja akan berakibat sesat dan kesesatanmu adalah kesesatan
mereka dan kamu akan dimintai pertanggung jawaban kelak. Lebih
baik bertanyalah pada ahli kitab.
Mudah-mudahan Allah
Subhanahu Wa Ta’ala memasukkan kita semua ke dalam golongan hambaNya yang
beriman. Aamiin.